Mengaktifkan Kartu KJP yang Diblokir Sehingga Duit Bisa Dicairkan

Kartu KJP Plus

Saya itu kadang kewalahan dengan adanya pertanyaan dari pengunjung, entah pertanyaan yang dikirimkan lewat kolom komentar, pesan lewat WA maupun lewat email. Mungkin dikiranya saya ini petugas atau pegawai Bank DKI. Ya, gara-gara saya pernah membuat artikel tentang KJP, yang kini berubah nama menjadi KJP Plus. Itulah repotnya jadi orang ganteng, kerja dimana pun kayaknya cocok dan serasi saja. Ssst..., yang baca tidak perlu iri dan baper. Slow aja ya.

Bahkan dalam keseharian pun, saya juga sempat menjadi tempat keluh-kesah permasalahan orang tua yang mendapatkan Kartu KJP tapi rekeningnya belum aktif, dan ada yang sudah aktif tapi tidak bisa dicairkan duitnya. Alias Kartu KJP nya tidak bisa untuk bertransaksi.

Sepintas sebuah pertanyaan yang ringan. Tapi kenyataannya, solusinya tidaklah mudah. Dari jaman bahola, kalau sudah urusan duit memang jelimet. Rumit. Dibutuhkan kesabaran ekstra dan pastinya juga dibutuhkan waktu dan tenaga yang super pula. Menguji kewarasan berpikir dan kesabaran. Dibutuhkan dada yang lapang. Dan jembar hati dan pikiran.

Kartu KJP merupakan sebuah program yang digadang-gadang dan menjadi andalan saat pemilihan gubernur. Kartu yang menjanjikan keringanan dalam program pendidikan. Orang tua akan diberi subsidi dengan uang nontunai lewat Kartu KJP ini. Nanti uangnya dipergunakan untuk hal-hal yang menyangkut pembiayaan pendidikan anaknya. Entah itu soal transportasi sekolah, dan keperluan alat tulis lainnya. Sebuah program yang menggiurkan bagi warga Jakarta.

Karena Kartu KJP, yang punya kendali penuh adalah Bank DKI Pusat. Bisa dibayangkan, betapa repotnya Bank DKI pusat dalam melayani seluruh anggota atau warga Jakarta yang memegang atau memiliki Kartu KJP. Dari soal Kartu KJP yang rusak, Buku rekening atau Kartu KJP yang hilang dan pemblokiran rekening. Jadi, jika Kartu KJP diblokir, harus datang ke kantor pusat Bank DKI yang berada di jalan Ir. H. Juanda III No. 7-9, Pasar Baru, Gambir, Jakarta Pusat. Dekat dengan Monumen Nasioanal. Monas. Jangan lupa membawa persyaratannya, Buku Tabungan, Kartu KJP, KTP dan Kartu KK.

Kenapa KJP bisa diblokir. Banyak faktor sebenarnya. Karena sekarang Dinas Kependudukan dan Dinas Kependidikan telah terhubung dengan data Sistem Adminstrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT). Bagi pemegang Kartu KJP yang ketahuan memiliki kendaraan roda dua lebih dari tiga maupun yang punya mobil, akan langsung diblokir atau dinonaktifkan rekening KJP-nya. Dinyatakan tidak berhak lagi menerima KJP.

Related Posts

10 komentar:

  1. Kalau yang kenak blokir berarti ya introspeksi diri yaberarti mas berarti kehidupannya lebih layak tidak seharusnya memiliki kartu KJP

    BalasHapus
  2. Very important, that can happen to everyone♥

    BalasHapus
  3. Lha, udah mampu beli kendaraan kok minta dana KJP?
    Sekarang kita sudah mulai linked satu data system jadi ketahuan siapa-siapa yang berhak mendapatkan bantuan....
    Good to know this.
    Di Bali ga ada KJP tapi untuk kami, warna BADUNG memiliki KBS atau Kartu Badung Sehat sekelah BPJS gitu yang memberikan pengobatan GRATIS untuk semua warga tanpa pandang bulu, kaya atau miskin.

    BalasHapus
  4. Kartu KJP dan KJP Plus yang membedakan apanya sih mas?

    BalasHapus
  5. ya repotnya jadi orang populer gitu ya om wkwkwk

    BalasHapus
  6. Kalo udah kaya ya tolong jangan minta KJP. Orang suka pada maruk yah. Kasian yang bener-bener membutuhkan.

    BalasHapus
  7. kartu yang mana satu lebih baik?

    BalasHapus
  8. Saya jadi sedikitbtahu tentang masalah dan seluk beluk perkartu kartuan ini
    Harapannya sih bagi penerima merasanterbantukan dan tepat sasaran

    BalasHapus
  9. sejauh ini saya ga pernah diblokir mas, aman aman saja, soalnya ga punya kartu KJP

    BalasHapus

 
Back To Top