Stasiun Pasar Senen Layak Jadi Tempat Wisata

Stasiun Pasar Senen

Software isi kepala tampak begitu jenuh dan lemot jika diajak berpikir. Buntu setiap menghadapi persoalan. Sehingga lebih mengandalkan perasaan. Mudah emosi dan ketersinggungan akhirnya. Yang ada sikap marah-marah yang tidak terkontrol. Walau sebenarnya sadar, marah yang sia-sia. Marah yang tidaj jelas arahnya. Justru kemarahan yang mendatangkan problem baru. Menambah persoalan. Kepala semakin ruyam.

Kalau dalam situasi tersebut. Paling enak ya harus jalan-jalan. Menjernihkan pikiran, memperluas pikiran dan melapangkan hati. Software dalam hati dan pikiran perlu diperbaharui atau diupdate lagi. Membuang atau melupakan aplikasi jiwa yang tidak diperlukan lagi. Harus berani menerima hal-hal baru agar kuat dan tabah dalam menghadapi aneka atau keruwetan kehidupan ini. Walau sebenarnya masalah itu tergantung dari sudut pandang dalam menyikapi. Keruwetan dan kenikmatan hidup ini adalah relatif.

Stasiun Pasar Senen

Kalau hanya duduk di depan komputer. Akan merasa paling pintar dan paling jago. Tapi setelah ke luar rumah, aduh ternyata tampak culun sekali saya ini. Setiap berjumpa dengan orang baru, ada rasa keder dan grogi. Malu. Apalagi milihat hal baru, mlogolah diri saya ini. Tampak kebingungan.

Saya itu sudah sering ke Jakarta berulang-kali. Bahkan sering bermain disekitar kawansan Pasar Senen. Termasuk Atrium Senen, Toko Buku di Kwitang, Terminal Bus Senen, dan Pasar Poncol.  Tapi baru kali ini saya jalan-jalan di Stasiun Pasar Senen. Ya, hanya sekedar jalan-jalan.

Ternyata Stasiun Pasar Senen begitu megah dan indah sekali. Gaya bangunannya menawan hati. Tembok atau dindingnya kekar dan kokok, layaknya dinding peninggalan jaman Belanda. Atapnya juga menarik, ada bagian yang menonjol atau lebih tinggi sepertinya untuk sirkulasi pencahayaan.

Stasiun Pasar Senen

Menurut prasasti yang tertera di dinding. Arsitek Stasiun Pasar Senen adalah  J. Van Gendt. Dan dibangun pada tahun 1916, diresmikan pada tanggal 19 Maret 1925. Wow, tergolong sangat tua sekali. Dan masih terawat dengan baik. Terjaga keasliannya. Kenapa dinamakan Stasiun Pasar Senen? Karena stasiun ini dekat dengan Pasar Senen. Tapi pada umumnya orang lebih suka penyebut stasiun kereta ini dengan nama Stasiun Senen.

Stasiun Pasar Senen kini tampak lebih rapi. Tidak seperti jaman dahulu yang begitu semrawutnya. Orang bisa berlalu-lalang dengan seenaknya. Dan bisa lewat dari segala penjuru. Kini dibuatkan jalur pintu masuk khusus. Sehingga pengunjung atau pengguna kereta api lebih tertib. Dengan petugas yang ramah melayani. Stasiun Pasar Senen yang terletak di Jakarta Pusat ini, layak menjadi tempat wisata.

Related Posts

15 komentar :

  1. Mungkin bagi mereka pendatang yang baru ke Jakarta (untuk wisata atau merantau), stasiun yang merupakan gerbang masuk JKT ini juga akan menjadi salah satu tempat wisata mereka..

    Bisa dibilang stasiun ini adalah awal dari perjalanan mereka di ibu kota..

    BalasHapus
  2. Sekedar mau nanya om, itu yang pakai kacamata siapa ya? bikin gagal fokus @@,

    BalasHapus
  3. Mas Bumi kok nggak ikut foto ama dua perempuan itu hehehe...

    BalasHapus
  4. bangunan bersejarah seperti ini harus dipelihara untuk tatapan generasi akan datang... kalau bukan kita yang pelihara, siapa lagi, kan?

    BalasHapus
  5. Belum nyoba main ke pasar senen kak. Pernah ke jakarta paling k sampoerna dan saat ni belum coba k stasiun pasar senen, nanti deh kalau ada waktu pengen banget main kesana skalian jalan jalan he

    BalasHapus
  6. Emang keren sih ya...menawan hatiii

    BalasHapus
  7. Kok jadi keren ya. Dulu itu kumuh banget, semrawut, gak karuan kayak benang kusut, kusam, serem, suram, dekil, gersang, tidak sedap dipandang mata.. Tapi sekarang AMAZING

    BalasHapus
  8. Kok dulu kita ngga pernah ketemu ya .., padahal aku dulu juga sering ke pasar Senen dan kalau mudik naik turun di stasiun Senen loh,mas ...

    Kita kenal sesama blogger dan kenal mas DB aja belum setahun ..., aku terakhir kali ada di stasiun Senen 1,5 tahun lalu,mas .., hahaha .., ya kita belum kenalan ya 😅

    BalasHapus
  9. Bangunan pada masa Belanda itu kuat-kuat ya. Bayangkan, dari tahun 1916 masih bisa berdiri kokoh

    BalasHapus
  10. Betul itu Mas Djangkaru, harus me-refresh otak dan jiwa supaya software-nya menjadi lebih segar hahaha *apa coba*. Perubahannya keren ya, dulu enggak kayak gini :D

    BalasHapus
  11. Bagus ya cara ngambil gambarnya, klo kesana padahal mah biasa saja meski memang sudah sangat nyaman

    BalasHapus
  12. Saya belum pernah kesono bang :(

    BalasHapus
  13. Negara yang paling lama menjajah indonesia, dan meninggalkan bangunan - bangunan dan arsitektur yang haqiqi,,

    BalasHapus

 
Back To Top