🤝DONASI

Idul Adha Telah Usai, Harga Cabai di Pasar Tradisional Masih "Pedas" Menyengat

Harga Cabai Naik

JAKARTA - Perayaan Hari Raya Idul Adha memang telah berlalu, namun berkah libur panjang tampaknya belum berimbas pada turunnya harga kebutuhan pokok. Di sejumlah pasar tradisional, harga komoditas cabai, khususnya cabai rawit merah, terpantau masih bertahan di angka yang sangat tinggi, bahkan menembus Rp100.000 per kilogram.

Normalnya, lonjakan harga pangan akan melandai beberapa hari setelah hari raya seiring kembali normalnya aktivitas distribusi dan penurunan permintaan. Namun, realita di lapangan menunjukkan hal yang berbeda bagi para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner. Kenaikan ini terbilang drastis mengingat dalam kondisi normal, harga cabai rawit merah biasanya berkisar di angka Rp40.000 hingga Rp50.000 saja per kilogramnya. 

Faktor Cuaca dan Pasokan Jadi Pemicu
Menurut para pedagang, bertahannya harga tinggi ini dipicu oleh minimnya pasokan dari daerah penghasil (sentra produksi) akibat faktor cuaca yang tidak menentu. Hal ini diperparah oleh belum semua petani dan distributor beraktivitas penuh pasca-libur lebaran. 

"Stok dari pasar induknya memang lagi sedikit. Liburan lebaran kemarin bikin pengiriman agak tersendat, ditambah di daerah penen katanya banyak yang gagal karena cuaca.  Jadi modal kita ambilnya juga sudah tinggi," ujar salah satu pedagang di kawasan Jakarta Timur. 

Harga Cabai Naik

Jeritan Konsumen dan Siasat Pedagang
Kenaikan yang ugal-ugalan ini jelas dikeluhkan oleh konsumen. Banyak pembeli yang terpaksa memangkas porsi belanjaan mereka demi menyiasati pengeluaran. 
Konsumen Rumah Tangga: Beralih membeli cabai dalam jumlah eceran sekadar untuk bumbu dapur harian. Misalnya membeli harga Rp5.000, tanpa memedulikan berat timbangan. 

Pelaku Usaha Kuliner: Pemilik warung makan atau usaha katering terpaksa mencampur cabai rawit segar dengan cabai rawit kering, atau sedikit mengurangi tingkat kepedasan masakan agar tidak mengalami kerugian tanpa harus menaikkan harga jual porsi makanan ke pelanggan. 

Selain harga cabai rawit merah yang menyentuh angka Rp100.000 per kilogram, komoditas lain seperti cabai merah keriting juga ikut merangkak naik ke kisaran Rp750.000 hingga Rp85.000 per kilogram, disusul oleh cabai hijau yang mengalami kenaikan serupa. 

Masyarakat kini berharap pemerintah melalui Dinas terkait segera turun tangan melakukan operasi pasar atau mengintervensi jalur distribusi pangan. Jika dibiarkan berlarut-larut,  dikhawatirkan harga cabai yang "pedas" ini akan memicu inflasi bahan pangan yang lebih luas dan kian memberatkan daya beli masyarakat. 

Berita Terkait

1 komentar:

  1. idul adha bagaimana kabar kolesterol mas?
    aman?
    hehe
    kebanyakan orang nyate sama gule ini hehe

    BalasHapus

Memuat berita...
BUDAYA
Memuat berita...
 
Back To Top