Tahun ini perayaan mengusung tema yang mendalam :"Satu Paroki, Satu Keluarga Dalam Iman dan Pelayanan". Semboyan ini menjadi pengingat sekaligus ajakan bagi seluruh umat untuk mempererat tali persaudaraan sebagi satu keluarga besar di dalam Kristus, serta semakin aktif dalam bersaksi lewat pelayanan nyata kepada sesama.
Rangkaian acara syukur ini diisi dengan Perayaan Ekaristi Kudus yang konselebrasikan oleh para rokok paroki dan romo tamu, dilanjutkan dengan pesta rakyat yang meriah di halaman gereja yang berlokasi di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih Barat, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
"Melalui tema tahun ini, kita diajak untuk tidak berjalan sendiri-sendiri. Seperti sebuah keluarga, kita saling mendukung agar iman kita semakin tumbuh matang, dan buah dari iman itu harus nyata dalam pelayanan kita kepada gereja dan masyarakat sekitar," petikan pesan rangkuman Romo Kepala Paroki dalam khotbahnya.
Kemeriahan Pesta Rakyat: Hiburan Ondel-Ondel hingga Kuliner Gratis
Setelah misa syukur selesai, Suasana halaman gereja langsung berubah menjadi semarak. Menariknya, panitia menghadirkan nuansa budaya lokal yang kental melalaui penampilan kesenian Ondel-Ondel Betawi Sanggar Putra Jaya. Musik khas yang riuh dan tarian ikonik boneka raksasa tersebut sukses menghibur dan memicu gelak tawa umat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Tidak hanya dimanjakan dengan hiburan budaya, kebersamaan umat sebagai "Satu Keluarga" semakin terasa hangat saat makan siang bersama. Seluruh umat yang hadir dapat menikmati sajian makanan tradisional secara gratis.
Panitia telah menyediakan ribuan porsi menu favorit, yaitu Bakso dan Soto Ayam. Antrean yang tertib dan senyum sumringah umat saat menyantap hidangan hangat ini menjadi bukti nyata indahnya kebersamaan dan pelayanan yang tulus di hari bahagia ini.
Menolak Lupa: Sejarah Singkat Perjalanan Iman Paroki Santo Paskalis
Mencapai usia 74 tahun tentu bukan perjalanan yang singkat. Di balik megahnya bangunan gereja yang berdiri strategis di kawasan Cempaka Putih saat ini, ada sejarah panjang perjuangan iman para perintis.
- Awal Mula Tahun 1950-an: Perjalanan paroki ini dimulai dari sekelompok kecil umat Katolik di kawasan Cempaka Putih dan sekitarnya yang merindukan tempat ibadah. Pada masa-masa awal, wilayah ini masih merupakan bagian dari reksa pastoral paroki lain (stasi). Pelayanan sakramen dilakukan dengan fasilitas yang sangat mandiri dan sederhana oleh para misionaris.
- Perkembangan dan Berdirinya Paroki: Seiring dengan pertumbuhan urbanisasi di Jakarta Pusat, jumlah umat Katolik di Cempaka Putih melonjak tajam. Kebutuhan akan sebuah paroki mandiri pun semakin mendesak. Berkat kerja keras, gotong royong umat, dan dukungan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), wilayah ini resmi ditingkatkan statusnya menjadi Paroki Santo Paskalis. Pelayanan pastoral di paroki ini dipercayakan kepada para imam dari Ordo Saudara Dina (OFM/Fransiskan), yang membawa spiritualitas kesederhanaan dan persaudaraan ala Santo Fransiskus Asisi.
- Pembangunan Fisik dan Iman: Gereja yang terletak di Jl. Letjen Suprapto ini mengalami beberapa kali renovasi dan pemutaran untuk menampung jumlah umat yang terus bertambah. Kini, Gereja St Paskalis tidak hanya menjadi pusat ibadah (liturgi), tetapi juga oase pelayanan sosial, pendidikan, dan kemanusiaan bagi masyarakat multi-kultural di Jakarta Pusat.
Harapan di Usia Baru
Perayaan HUT ke-74 ini tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga momentum refleksi. Ketua Panitia HUT menyatakan rasa syukurnya atas keterlibatan aktif seluruh lapisan umat, mulai dari anak-anak, Orang Muda Katolik (OMK), hingga para lansia, yang bahu membahu menyukseskan acara ini.
Dengan semangat "Satu Paroki, Satu Keluarga", Paroki Cempaka Putih, Gereja St Santo Paskalis siap melangkah maju, menghadapi tantangan zaman, dan terus menjadi garam dan terang yang membawa damai bagi sesama.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar