Kondisi ini berimbas langsung pada kenyamanan masyarakat, terutama bagi mereka yang kerap melintas jalur Jalan Rumah Susun (Rusun) KM 2, Cakung. Jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga sehari-hari tersebut kini diselimuti bau tidak sedap yang menusuk hidung dan pemandangan yang amat kumuh.
Warga dan Pengguna Jalan Terganggu
Menurut penuturan salah seorang warga sekitar, kondisi memprihatinkan ini bukanlah barang baru. Sampah-sampah yang didominasi oleh limbah organik pasar tersebut disinyalir sudah berbulan-bulan tidak terangkut sepenuhnya, hingga akhirnya terakumulasi dan membusuk di tempat.
"Setiap lewat jalan dekat Rusun KM 2 ini rasanya harus tahan nafas. Baunya luar biasa menusuk. Belum lagi kalau musim hujan atau setelah hujan, air lindi berserakan dan di sela-sela sampah itu kelihatan jelas ratusan belatung menggeliat. Benar-benar menjijikan dan mengganggu aktivitas," ujar seorang warga yang saat itu sedang melintas.
Selain merusak estetika kota, akumulasi sampah yang menjadi sarang ratusan ribu belatung dan lalat ini memicu kekhawatiran serius terkait ancaman wabah penyakit. Warga mengkhawatirkan dampak buruk sanitasi ini terhadap kesehatan lingkungan, terutama bagi anak-anak di kawasan rusun yang rentan terserang penyakit saluran pencernaan dan kulit.
Desakan untuk Pihak Terkait
Hingga berita ini diturunkan, volume sampah belum menunjukkan tanda-tanda berkurang. Pola pengangkutan yang lambat, dituding menjadi penyebab utama mengapa masalah ini berlarut-larut selama berbulan-bulan tanpa solusi tuntas.
Masyarakat sangat berharap, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, pihak pengelola pasar, maupun instansi terkait di wilayah Jakarta Timur segera mengambil tindakan nyata. Warga menuntut adanya langkah cepat berupa pengerahan armada truk sampah tambahan dan pembersihan total, agar fungsi jalan kembali normal tidak ada lagi ratusan belatung-belatung yang bersliweran (pejalan kaki merasa geli), lingkungan menjadi sehat.
Jika dibiarkan lebih lama, gunungan sampah ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi menciptakan krisis kesehatan lingkungan yang lebih besar di kawasan Cakung.




Masyaallah Mas... saya bacanya aja sampai ikut merinding. Belatungnya di mana-mana gitu? Ngeri banget apalagi sampai berbulan-bulan nggak terangkut, itu sudah bukan masalah sepele lagi sih 😭 Sudah masuk kategori darurat kesehatan. Kasihan sama warga dan pedagang di sana... Semoga lekas ada solusi 😟
BalasHapus