Cerita Romantis di Cinema 21 Mal Kelapa Gading

Cinema 21 Mal Kelapa Gading

Hujan turun dengan rintik-rintik. Tapi tidak menyurutkan aku untuk ke luar rumah. Ingin melepaskan obrolan pikiran dan kegundahan hati. Lelah rasanya jiwa ini, hampir tiap hari bergelut dengan kekacuan alam pikiran. Ada rasa memberontak, menyalahkan keadaan yang tampak tidak adil. Walau itu hal percuma dan sia-sia. Dan justru menambah kerunyaman dan kesemrawutan hati. Tiada guna menyudutkan orang lain. Karena pada dasarnya apa yang telah terjadi akibat ketidakmampuan menata diri. Bersikap ridho dan ikhlas itulah yang seharusnya.

Oh Jakarta, semakin hari semakin terasa kejam. Menghanguskan kulitku. Merapuhkan tulang-belulangku. Sungsum otakku tidak mampu mengikuti perkembangannya. Informasi dan peraturan jalan raya, sering berubah. Keder dan bingung dibuatnya. Mobil mewah dan motor garang menghiasi pemandangan.

Ternyata hidup ini harus pandai menghibur diri. Bahkan harus membohongi diri sendiri. Atau jika perlu mentertawakan diri sendiri. Ya, hidup kadang penuh kekonyolan. Atau memang diriku ini yang kerdil. Isi otakku yang terbatas, tidak mampu berpikir dengan leluasa. Sehingga tidak bisa menyerap akan makna dari kehidupan ini.

Cinema 21 Mal Kelapa Gading

Mungkin aku kurang piknik. Perlu suasana baru.  Tiap hari berkutat di kamar, ada jenuhnya juga. Kalau dikamar, aku merasa paling jago, pemberani dan seakan-akan tahu informasi segala-galanya. Tatkala aku keluar rumah, kerdirlah diri ini. Berjumpa dengan orang lain, gugup. Tidak ada rasa percaya diri. Melihat aneka macam orang, yang penampilannya keren-keren dan gagah.  Mengkerut dan ciut nyaliku.

Ternyata aku memang seharusnya sering keluar rumah. Mengurung diri ditembok sempit tidaklah bagus untuk kesehatan dan kemajuan pikiranku. Wawasan harus terus terupadatekan. Pergaulan harus diperluas. Teman baru harus diperbanyak juga.

Cinema 21 Mal Kelapa Gading

Keluar rumah, sekaligus menjajaki dan menelusuri lorong waktu. Mengenang apa yang telah terjadi. Tapi cukup yang indah-indah saja. Yang duka buang ke tong sampah saja. Mengingat masa lalu, bukan berharap untuk bisa menyatunya kembali dua hati. Yang telah tercerai-berai, biarkan kembali keinduknya masing-masing. 

Cinema Mal Kelapa Gading, tiap bulan sekali aku sering nonton film dibioskop ini. Tempatnya yang nyaman, tenang dan menyenangkan. Banyak kisah romantis yang tertorek disana. Sebuah kisah asmara yang masih melekat dalam jiwa. Cinta yang berbunga-bunga. Tapi itu dulu, dan semua telah berlalu. Cinta memang tidak harus memiliki. Dan cinta tidak harus abadi. Putus dan pupus kadang itulah yang terjadi. Yang terpenting, bagaimana halnya mengolah hati untuk tetap berbesar diri.

Related Posts

18 komentar :

  1. kisah romantisnya mana bang?, lebih tepat judulnya tuh "kurang piknik" hehehe.....

    BalasHapus
  2. Wahhh, MKG. Long time no see hihihihi.

    Aku lupa pernah nonton di Gading apa ngga ya. Tapi aku inget kalau mantan pernah nonton sama selingkuhannya di Gading hahahhahah *jadicurhat.

    BalasHapus
  3. wah in memorian ya mas
    mana bisa dilupakan tuh

    BalasHapus
  4. Hmmm aku masih menerka-nerka, menduga-duga, sang romantis bersembunyi di mana

    BalasHapus
  5. Betul Mas Bumi, sesekali harus keluar rumah, kalau melulu di dalam rumah atau di dalam kamar bisa sepet juga mata (apalagi terus-terusan di layar laptop/HP). Menonton adalah remedy jiwa, menurut saya, menonton filem di bioskop. Sayangnya saya menonton filem teteup di laptop juga hahaha. Jadi keluar rumah betul-betul ngantor, tugas luar, dan jalan-jalan melihat pemandangan yang meskipun sama tapi nampak beda setiap kali ke sana.

    BalasHapus
  6. iya dong sering2 keluar rumah supaya salling kenal sama org lain. kalo di rumah terus bisa gawat juga mas. he he. kalo aku jarang nonton di bioskop, biasa mas. kadang isi dompet kurang bersahabat.

    BalasHapus
  7. Inti keromantisan tidak muncul ternyata... Enak nih tiap bulan bisa nonton film di bioskop kayak tuan dan nyonya di gedongan

    BalasHapus
  8. betul kita harus bisa menghibur diri sendiri, sesekali bolehlah jalan-jalan atau sekedar memanjakan menonton film-film yang kita sukai, kalau saya lebih suka nonton film-film drama kapan-kapan ajak saya juga boleh kang Djangkaru becanda

    BalasHapus
  9. Sepertinya hampir setiap orang punya bioskop favoritnya ya dan tentu saja banyak kisah menarik yang terjadi disana.

    BalasHapus
  10. saya kira tadi indah end nya. hehehe
    ya begitulah cinta

    BalasHapus
  11. Wah terdengarnya puitis sekali, sepertinya pengalaman ya mas putus cinta di bioskop :) btw salamkenal ya

    BalasHapus
  12. Mau dong diajakin nonton... romantis deh... wkwkwkwk

    BalasHapus
  13. nampaknya saya tidak boleh ajak mas ke panggung wayang menonton filem romantis. nanti mas menangis, saya tiada tissue dibawa bersama hahahahaha

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  15. Kalau saya pribadi nggak cocok tinggal di ibukota. Seperti kata pepatah kejamnya ibu tiri masih lebih kejam ibukota. Bener kan? Hehehe..
    Saya pernah hidup di ibukota beberapa bulan dan akhirnya balik ke daerah. Lebih enak hidup di daerah, lebih nyaman dan orang daerah lebih perhatian dan lebih suka menolong. Begitulah opini saya hehehe. Semsngat mas Djangkaru, sukses selalu

    BalasHapus

 
Back To Top