Berdasarkan pantauan di beberapa titik, botol-botol kaca yang biasanya berjejer rapi di rak Warung Madura dengan caranya warna hijau khas Pertalite, kini tampak kosong melompong. Sebagian pedagang terpaksa hanya menjual Pertamax, atau bahkan membiarkan rak bensin mereka tak terisi sama sekali.
Aturan Jeriken Ketat, 'Pasukan' Motor Thunder Bergerak
Menurut beberapa pemilik Warung Madura, penyebab utama kelangkaan ini adalah super ketatnya pengawasan di SPBU terkait larangan pembelian BBM bersubsidi menggunakan jeriken. Regulasi ini otomatis memutus rantai pasokan para pengecer.
"Sekarang sama sekali tidak bisa membawa jeriken ke SPBU kalau tidak ada izin khusus. Petugas ketat sekali. Ada batas pembelian juga," ujar Karim (38), salah satu pemilik warung kelontong Madura di kawasan Jalan Tipar Cakung, Jakarta Utara.
![]() |
| Pertalite Kosong |
Namun, bukan pedagang namanya jika kehilangan akal. Modus operandi pengisian BBM pun bergeser. Guna menyiasati larangan jeriken, pemanfaatan sepeda motor dengan kapasitas tangki raksasa, seperti Suzuki Thunder, kini semakin marak. Motor motor ini dimodifikasi sedemikian rupa untuk melakukan pengisian berkali-kali (ngangsu) di SPBU, lalu bensinnya dikuras di warung untuk dijual kembali.
Sayang, "jalur alternatif" ini pun mulai terendus dan diperketat oleh pihak keamanan SPBU, sehingga pasokan ke Warung Madura kian tersendat.
Harga Pertamax Melejit, Pertalite Jadi Rebutan
Faktor lain yang memperparah situasi ini adalah dampak berantai dari kenaikan harga BBM non-subsidi, Pertamax. Selisih harga yang semakin lebar antara Pertamax dan Pertalite memicu gelombang migrasi konsumen secara besar-besaran.
- Konsumen Beralih: Pengendara motor yang biasanya mengisi Pertamax kini ikut mengantre di jalur Pertalite.
- Stok SPBU Cepat Habis: Akibat volume permintaan yang melonjak tajam, stok Pertalite di SPBU pun menjadi lebih cepat habis dari biasanya.
- Pengecer Gigit Jari: Jangankan para pengecer Warung Madura, kendaraan umum dan konsumen biasa saja sering kehabisan stok jika datang terlalu siang ke SPBU.
Jeritan Pedagang dan Konsumen Kelas Bawah
Kosongnya stok Pertalite di tingkat pengecer ini tentu mengundang keluhan, baik dari sisi penjual maupun pembeli setiap Warung Madura yang rata-rata adalah pekerja komuter dan ojek daring.
Bagi pengguna jalan, keberadaan bensin eceran di Warung Madura yang buka 24 jam sering kali menjadi "penyelamat" di kala darurat atau saat antrean SPBU mengular panjang. Hingga berita ini diturunkan, para pedagang hanya bisa berharap ada kelonggaran regulasi atau solusi kuota khusus bagi pedagang kecil agar bisnis sampingan yang menguntungkan ini tidak mati total.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar