🤝DONASI

Gara-gara Laba-Laba, Pengendara Motor Filano Seruduk Gerobak Gado-Gado di Jalan Tipar Cakung Sukapura, Sempat Alot Minta Ganti Rugi Rp2 juta

Gerobak gado-gado Ketabrak Motor

JAKARTA UTARA - Kecelakaan lalu lintas yang terbilang unik sekaligus apes terjadi di Jalan Tipar Cakung,  Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, tepatnya di depan Gudang PT Gramedia. Sebuah sepeda motor memicu Yamaha Filano yang dikendarai seorang wanita menabrak gerobak gado-gado lontong yang sedang berhenti di tengah kemacetan. 

Peristiwa ini bermula ketika pengendara wanita tersebut sedang melaju sari arah Semper menuju tempat kerjanya di kawasan Sedayu City, Kelapa Gading. Namun di tengah perjalanan, konsentrasi dan kendali motornya buyar seketika setelah seekor laba-laba (serangga) tiba-tiba hinggap di tangannya. 

Karena panik menghalau laba-laba, ia tidak menyadari bahwa arus lalu lintas di depannya sedang macet. Di saat yang sama, seorang pedagang gado-gado lontong, yang biasa mangkal di seberang Gang Subur, sedang berhenti menarik gerobaknya karena tertahan kepadatan kendaraan. 

Gerobak gado-gado Ketabrak Motor

Gerobak gado-gado Ketabrak Motor

"Pengendara motor hilang focus karena tangannya dihinggapi laba-laba. Akibatnya, motor langsung menabrak roda gerobak dari arah belakang," ujar salah satu saksi di sekitar lokasi yang tak jauh dari toko perabotan mebel tersebut. 

Benturan yang cukup keras membuat gerobak gado-gado tersebut lalu terbilang ke jalan. Sementara itu, pengendara wanita jatuh dari motornya dan mengalami luka lecet di bagian kaki.

Gerobak gado-gado Ketabrak Motor

Proses Damai Berjalan Alot 
Pascakejadian, situasi sempat memanas saat kedua belah pihak mencoba menyelesaikan masalah di tempat. Pemilik gerobak gado-gado yang syok dan mengalami kerugian materiil menuntut kompensasi ganti rugi sebesar Rp2.000.000 (dua juta rupiah) untuk memperbaiki gerobaknya yang rusak. 

Namun, pihak pengendara wanita keberatan karena nilai angka rugi tersebut terlalu besar. Karena negosiasi sempat berjalan alot dan lama, wanita tersebut akhirnya menghubungi rekan kerjanya untuk datang ke lokasi dan membantu menengahi jalannya meditasi.

Setelah dilakukan musyawarah yang cukup panjang dengan kepala dingin, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk berdamai. Pihak wanita hanya bisa dan mampu memberikan kompensasi sebesar Rp.700.000 (tujuh ratus ribu rupiah), untuk biaya perbaikan gerobak. Kasus ini pun diselesaikan secara kekeluargaan di lokasi kejadian. 

Berita Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memuat berita...
BUDAYA
Memuat berita...
 
Back To Top