Emak-Emak Penjual Tisu di Lampu Merah Kelapa Gading: Antara Kebutuhan dan Eksplorasi


JAKARTA - Kawasan elit Kepala Gading, Jakarta Utara, tak hanya dikenal dengan pusat perbelanjaan dan kulinernya. Di balik gemerlap gedung-gedung tinggi, sebuah pemandangan kontras kian menjamur di beberapa titik lampu merah utama. Anak-anak didampingi emak-emak terlihat menjajakan tisu di sela-sela deru mesin kendaraan. 

Berdasarkan pantauan di lapangan, fenomena ini paling sering terlihat di perempatan dekat Mal Kelapa Gading. Menggunakan wadah plastik kecil atau hanya sekadar menggenggam beberapa bungkus tisu, anak-anak berusia 10 tahunan atau emak-emak keliling disela-sela mobil setiap kali lampu berganti merah. Tidak jarang, mereka menjalankan aksinya sambil menggendong balita atau membiarkan anak-anak kecil berlarian di tengah kemacetan. 


Antara Empati dan Rasa Tidak Nyaman
Seorang pengendara mobil, Anita (34), mengaku kerap merasa serba salah. "Satu sisi kasihan, apalagi melihat emak-emak penjual tisu yang jalannya sempoyongan atau melihat anak-anak kecil yang berpenampilan memprihatinkan," ungkapnya. 

Senada dengan itu, keberadaan mereka dianggap membahayakan keselamatan lalu lintas. Para penjual ini seringkali masih berada di tengah jalan meski lampu sudah hijau, yang memicu suara klakson bersahutan dan potensi kecelakaan.

Dugaan Mobilisasi dan Peran Dinsos
Fenomena ini memicu spekulasi di kalangan warga mengenai adanya oknum yang memobilisasi para emak-emak ini. Pasalnya, mereka sering terlihat datang secara berkelompok pada jam-jam tertentu dan berkumpul di titik yang sama saat jam istirahat. 

Warga mendesak Suku Dinas Sosial (Sudinsos) dan Satpol PP untuk segera turun tangan. Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan penertiban fisik, tetapi juga memberikan edukasi dan solusi ekonomi jangka panjang agar anak-anak tidak lagi dijadikan tameng untuk menarik empati di jalanan.

Berita Terkait

1 komentar:

BERITA SLIDE
 
Back To Top