Pemukiman warga terendam
Berdasarkan pantauan di lokasi, air mulai naik sejak siang hati setelah hujan lebat mengguyur tanpa henti. Ketinggian air bervariasi antara 20 cm hingga 40 cm, yang menyebabkan aktivitas warga lumpuh. Akses jalan utama di pemukiman Sukapura bahkan sulit dilalui kendaraan roda dua karena resiko mogok yang tinggi.
Salah satu warga setempat, menyampaikan bahwa banjir kali ini merupakan salah satu yang cukup parah di awal tahun. "Hujan baru sehari, tapi airnya sudah masuk ke teras rumah. Kalau hujan berlanjut sampai malam, kami khawatir air masuk ke dalam kamar," ujarnya.
Drainase Tersumbat dan Dangkal
Kondisi ini diperparah dengan sistem drainase yang tidak berfungsi optimal. Saluran air di sepanjang pemukiman terlihat dipenuhi sampah dan mengalami pendangkalan serius (sedimentasi). Alhasil, volume air hujan yang besar tidak mampu dialirkan menuju saluran utama atau kanal.
Beberapa titik drainase bahkan tampak mampu total akibat pembangunan bangunan semi-permanen di atas saluran, yang menyulitkan proses pembersihan rutin oleh petugas terkait.
Desakan Kepada Pemerintah
Warga berharap Pemerintah Kota Jakarta Utara segera mengambil tindakan nyata, bukan sekadar solusi sementara seperti penyedotan air dengan pompa portabel.
"Kami buruh pengerukan saluran secara menyeluruh. Drainase di sini sudah cukup lama tidak diperdalam. Buatkan saluran drainase yang baik, sehingga mampu menampung luapan air hujan, air mengalir dengan lancar" keluh seorang warga setempat.
Hingga berita ini diturunkan, petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara telah mulai sibuk mengerahkan daya upayanya untuk membantu mempercepat penyurutan air. Warga dihimbau untuk tetap waspada mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.






Musim hujan tiap hari udah lebih seminggu depok di guyur hujan
BalasHapus