Sejak pagi hari, lingkungan sekolah sudah dipenuhi siswa-siswi yang mengenakan busana muslim beragam warna. Dengan penuh semangat, mereka membawa berbagai atribut kreatif hasil karya sendiri, mulai dari poster ucapan selamat menunaikan ibadah puasa hingga rambut Ondel-Ondel, menambah semarak barisan. Pawai dilaksanakan setelah pembagian MBG (Makanan Bergizi Gratis).
Syiar Islam di Tengah Pemukiman
Rute pawai yang melintasi gang-gang dan jalan utama di sekitar sekolah berubah menjadi lautan manusia yang rapi dan tertib. Para guru terlihat mendampingi barisan sambil mengajak para siswa melantunkan selawat dan lagu-lagu yang bernuansa Isalmi
Kegiatan ini menjadi momentum bagi para pelajar untuk mengekspresikan kegembiraan mereka dalam menyambut bulan penuh berkah melalui cara positif dan edukasi.
Warga Terhibur dan Antusias
Kehadiran pawai ini rupanya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar. Warga yang tinggal di sepanjang rute yang dilalui tampak keluar dari rumah dan toko mereka untuk menyaksikan iring-iringan tersebut.
"Senang sekali melihatnya, jadi berasa suasana Ramadannya sudah dekat. Anak-anak tertib dan kreatif, sangat menghibur kami yang sedang di jalan," ungkap Ibu Dewi, salah satu warga yang menyaksikan pawai.
Banyak warga yang melambaikan tangan, memberikan semangat, hingga mengabadikan momen kemeriahan ini menggunakan kamera ponsel. Kehadiran para murid yang penuh ceria ini dinilai memberikan energi positif dan mempererat tali silaturahmi antara pihak sekolah dengan lingkungan setempat.
Sorotan Utama Pawai:
- Atribut Kreatif: Poster tulisan tangan, bendera hias, dan alat musik perkusi sederhana.
- Semangat Kebersamaan: Kolaborasi harmonis antara murid kelas satu hingga kelas enam beserta jajaran pendidik.
- Respon Masyarakat: Warga merasa terhibur dan terbawa dalam suasana sukacita menyambut puasa.
Acara berlangsung tertib ini diakhiri dengan kembalinya berkumpul seluruh peserta di area sekolah. Tim juri dari pihak sekolah mengadakan seleksi penilaian poster yang paling kreatif. Selanjutnya dilangsungkan doa bersama, dan diakhiri bersalam-salaman. Kemeriahan ini menjadi bukti bahwa tradisi lokal dalam menyambut Ramadan tetap terjaga erat di tengah hiruk-pikuk kota Jakarta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar