🤝DONASI

Emak-Emak Penjual Tisu di Lampu Merah Kelapa Gading: Antara Kebutuhan dan Eksplorasi


JAKARTA - Kawasan elit Kepala Gading, Jakarta Utara, tak hanya dikenal dengan pusat perbelanjaan dan kulinernya. Di balik gemerlap gedung-gedung tinggi, sebuah pemandangan kontras kian menjamur di beberapa titik lampu merah utama. Anak-anak didampingi emak-emak terlihat menjajakan tisu di sela-sela deru mesin kendaraan. 

Berdasarkan pantauan di lapangan, fenomena ini paling sering terlihat di perempatan dekat Mal Kelapa Gading. Menggunakan wadah plastik kecil atau hanya sekadar menggenggam beberapa bungkus tisu, anak-anak berusia 10 tahunan atau emak-emak keliling disela-sela mobil setiap kali lampu berganti merah. Tidak jarang, mereka menjalankan aksinya sambil menggendong balita atau membiarkan anak-anak kecil berlarian di tengah kemacetan. 


Antara Empati dan Rasa Tidak Nyaman
Seorang pengendara mobil, Anita (34), mengaku kerap merasa serba salah. "Satu sisi kasihan, apalagi melihat emak-emak penjual tisu yang jalannya sempoyongan atau melihat anak-anak kecil yang berpenampilan memprihatinkan," ungkapnya. 

Senada dengan itu, keberadaan mereka dianggap membahayakan keselamatan lalu lintas. Para penjual ini seringkali masih berada di tengah jalan meski lampu sudah hijau, yang memicu suara klakson bersahutan dan potensi kecelakaan.

Dugaan Mobilisasi dan Peran Dinsos
Fenomena ini memicu spekulasi di kalangan warga mengenai adanya oknum yang memobilisasi para emak-emak ini. Pasalnya, mereka sering terlihat datang secara berkelompok pada jam-jam tertentu dan berkumpul di titik yang sama saat jam istirahat. 

Warga mendesak Suku Dinas Sosial (Sudinsos) dan Satpol PP untuk segera turun tangan. Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan penertiban fisik, tetapi juga memberikan edukasi dan solusi ekonomi jangka panjang agar anak-anak tidak lagi dijadikan tameng untuk menarik empati di jalanan.

Berita Terkait

4 komentar:

  1. Semoga laris manis ya mak

    BalasHapus
  2. Orang indo itu empatinya kuat untuk bantu orang penjual jalanan tapi entah mengapa kenyataannya yang seperti ini udah jadi bisnis yang menjual kesedihan yg akhirnya mengikis empati

    BalasHapus
  3. Kalau di kota tempat saya tinggal belum pernah saya lihat ada penjual tissu di lampu merah mas. Cuma kalau ada bencana seperti di Aceh kemaren ada mahasiswa yang menggalang dana bantuan di lampu merah tersebut.

    BalasHapus
  4. Tempat saya juga banyak, tapi mereka enggk banyak yang jualan di lampu merah, biasanya di anak tangga dekat mall atau jalan kecil mau ke mall, baru deh mereka nawarin tisu.

    BalasHapus

Memuat berita...
BUDAYA
Memuat berita...
 
Back To Top