Akankah Elpiji 3 Kg Non Subsidi Berjalan Mulus?

Bright Gas 3 Kg

Awal bulan Juli Pertamina telah meluncurkan produk varian baru Bright Gas 3 Kg. Alias Elpiji 3 kg non subsidi. Kalau dari segi bentuk tidak jauh berbeda, sepintas hanya warna saja yang membedakannya. Warna pink dengan tulisan Brighat Gas yang mencolok. Sedangkan tulisan 3 kg posisinya dibawah dengan ukuran font agak kecil. Dari segi kualitas tabung juga berbeda, tabung gas 3 kg nonsubsidi agak sedikit tebal.

Gas 3 Kg non subsidi sebenarnya sudah diwancanakan sejak lama. Dan baru terealisasi di bulan Juli ini. Apakah Gas Elpiji 3 kg non subsidi ini diluncurkan akibat Gas 5.5 kg yang tidak mendapat sambutan hangat dari masyarakat? Entahlah. Hanya Pertamina yang bisa menjawab.

Penurut pengamatan saya, memang gas 5.5 kg kurang begitu diminati. Masyarakat masih suka dengan gas yang 12 kg, itu pun terpaksa jika tidak mendapatkan gas 3 kg yang bersubsidi. Yang jelas gas milon atau gas 3 kg subsidi masih menjadi primadona. Harganya yang sangat murah.

Akankah elpiji 3 kg non subsidi ini akan berjalan mulus? Saya sendiri masih maragukannya. Tapi jika untuk jangka panjang "Iya". Kenapa ragu untuk jangka pendek? Bicara soal harga, harga tabung Bright Gas 3 kg plus isi berkisar 200 ribuan. Isi ulang gasnya berkisar 40 ribuan. Dijamin, masyarakat akan kaget dengan harga seperti itu. Maklumlah, terbiasa dengan pembagian tabung gratisan.

Anda juga bisa melakukan tukar tambah dengan tabung lama, alias tabung 3 kg subsidi dengan tabung brighat gas 3 kg. Dengan kena tambahan biasaya 85 ribuan, itu pun ke agen khusus yang ditujuk pihak Pertamina. Semisal ke SPBU.

Kita tunggu kelanjutan dari perkembangan Elpiji 3 Kg non subsidi. Harapan saya mah, semoga lancar. Mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Bagi masyarakat yang mampu, selayaknya membeli gas Bright Gas 3 kg. Biarlah rakyat kecil yang menggunakan gas 3 kg bersubsidi, semisal admin blog ini.

Pastinya dengan harapan pula, semoga gas 3 kg bersubsidi tetap lancar dan tersedia stocknya. Jangan sampai terjadi kelangkaan dan lonjakan harga. Pemerintah harus menjamin, agar rakyatnya bisa makan dan terus kenyang. Tidur bisa nyenyak. Sederhana sekali kan harapan rakyat kecil?

Related Posts

10 komentar:

  1. dari harga jg pasti lebih mahal tuh.. liat aja mas perkembangan nya :) karna kita mah nyari ny yg murahh

    BalasHapus
  2. dari harga lebih mahal, iya... cocoknya yang bright gas non subsidi ini untuk mengengah ke atas

    BalasHapus
  3. harga non subsidi ya kang

    BalasHapus
  4. Wah nampaknya gas 3 kg subsidi akan mulai berangsur hilang ini, tapi bagus sebenarnya karena yang subsidi mlaah banyak disalahgunakan

    BalasHapus
  5. Boleh balik lagi ke minyak tanah gak ya? Makin puyeng ngatur duit kalau apa-apa subsidi dicabut. Berasa kek pemerintah jadi perusahaan kapitalis. Mereka duit rakyat aja.

    BalasHapus
  6. diempat kami masaih cukup baik mas untuk distribusinya,..ya walaupun kadang-kadang ada juga yang seretnya

    BalasHapus
  7. sudah pasti harga akan jadi lebih mahal... dan selepas itu para penjual akan menaikkan harga makanan...

    BalasHapus
  8. Kalau daerah saya masih pilih elpiji 3 kg subsidi mas. Padahal pihak pangkalan elpiji sudah menawarkan gas 5.5 non-subsidi dengan tukar tambah gas 3 kg, tapi tetap saja masyarakat memilih 3 Kg melihat harganya yang terjangkau. Jadinya sesuai kata mas deh, pemerintah harus menjamin rakyat bisa membeli dan makan, biar rakyat tercukupi..

    BalasHapus
  9. Aku make dua mas, yang subsidi dan non subsidi. Emang berasa banget sih kalo harganya beda, 12 kg dengan harga 160rb, sedangkan yang 3 kg cuma 20ribu aja. Lumayan loh selisihnya, dapet beras 5 kg

    BalasHapus

 
Back To Top