🤝DONASI

Perjuangan 16 Tahun Pria Asal Cirebon, Mengadu Nasib di Ibu Kota Lewat Segarnya Es Doger

Penjual Es Doger Jakarta

JAKARTA - Di tengah riuk pikuk dan teriknya cuaca Jakarta, suara dentingan sendok pada mangkuk kaca sering kali menjadi penawar dahaga yang paling dirindukan. Suara khas tersebut datang dari gerobak kayu sederhana milik seorang pria asal Cirebon yang sudah 16 tahun setia menyusuri sudut-sudut ibu kota. Sejak tahun 2008, ia menggantungkan harapan dan napas penghidupannya pada segelas es tradisional yang legendaris, Es Doger.

Bagi sebagian orang, nama Es Doger mungkin hanya terdengar seperti penamaan kuliner biasa. Namun, di balik kesegaran rasanya, nama tersebut menyimpan keunikan sejarahnya sendiri. Es Doger sebenarnya merupakan singkatan dari "Es Dorong Gerobak", sebuah istilah yang lahir dari cara para pedagangnya menjajakan minuman dingin ini secara berkeliling menggunakan gerobak dari satu pemukiman ke pemukiman lainnya. 

Merantau dari Cirebon ke Jakarta belasan tahun lalu bukanlah keputusan yang mudah bagi pria ini. Berbekal resep tradisi dan modal nekat, ia mulai menapaki kerasnya aspal ibu kota saat usianya masih cukup muda. Setiap hari, tanpa kenal lelah, ia mendorong gerobaknya sejauh belasan kilometer demi menyapa para pelanggan setianya di kawasan perkantoran dan perumahan. 

Penjual Es Doger Jakarta

Penjual Es Doger Jakarta

Keistimewaan Es Doger buatannya terletak pada racikan isiannya yang melimpah dan senantiasa segar. Di dasar gelas, ia memadukan ketan hitam yang manis gurih dengan potongan roti tawar yang empuk. Kombinasi awal ini sudah cukup memberikan tekstur yang kaya saat pertama kali disendok.

Tak berhenti di situ saja, sajian ini makin sempurna dengan tambahan tape singkong  yang memiliki rasa manis keasaman khas, serta irisan cincau merah yang kenyal. Kehadiran kerokan buah alpukat yang lembut dan gurih alami kian memperkaya sensansi rasa di setiap gigitannya, menciptakan harmoni bahan tradisional yang begitu memanjakan lidah.

Semua isian lezat tersebut kemudian ditutupi oleh serutan Es bertekstur lembut yang diolah bersama santan gurih dan sirup merah beraroma khas manis. Sirup spesial inilah yang memberikan warna merah muda memikat sekaligus fondasi rasa manis yang menyegarkan pada setiap sendokan esnya.

Sebagai sentuhan akhir yang tak boleh tertinggal, ia menyiramkan susu kental manis di atas gumpalan es yang melimpah. Siraman susu kental manis ini membalut seluruh bagian es, menghadirkan rasa gurih-manis yang lengit dan sanggup meluruhkan rasa dahaga siapa saja di tengah teriknya kota Jakarta. 

Selama 16 tahun berjualan, manis pahit kehidupan di jalanan sudah menjadi makanan sehari-hari bagi perantau asal Cirebon ini. Dari gerobak sederhana inilah ia berhasil menafkahi keluarga di kampung halaman, membiayai pendidikan anak-anaknya, hingga mampu bertahan melewati berbagai pergeseran zaman dan gempuran tren minuman modern. 

Berita Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memuat berita...
BUDAYA
Memuat berita...
 
Back To Top