🤝DONASI

Lahan Lampu Merah Terminal Pulo Gadung Akhirnya Dibebaskan, 9 Bangunan Ditertibkan Demi Lancarkan Akses Pulo Gadung-Bekasi

Penggusuran Rumah Lampu Merah Pulo Gadung

JAKARTA - Upaya mengurai titik kemacetan kronis di perbatasan Jakarta Utara dan Jakarta Timur, akhirnya membuahkan hasil manis. Proses pembebasan lahan untuk penempatan titik lampu merah (traffic lihgt) baru yang mengarah langsung ke Kawasan Kelapa Gading resmi menemukan titik kesepakatan antara pihak pemerintah setempat dan warga terdampak. 

Sebagai tindak lanjut nyata dari kesepakatan tersebut, sebanyak sembilan rumah warga yang berdiri di atas area perencanaan mulai dirobohkan dan ditertibkan oleh petugas gabungan. Penertiban berlangsung kondusif karena seluruh proses musyawarah dan penyerahan ganti rugi telah diselesaikan secara damai sebelumnya. 

Penggusuran Rumah Lampu Merah Pulo Gadung

Penggusuran Rumah Lampu Merah Pulo Gadung

Pembukaan dan perluasan lahan di simpang ini memang sudah diproyeksikan sejak lama sebagai solusi jangka panjang untuk memperlancar arus lalu lintas. Selama ini, persimpangan menuju kawasan bisnis Kelapa Gading kerap menjadi titik mati penumpukan kendaraan, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.

Jalan yang kini dibebaskan tersebut nantinya difungsikan sebagai akses jalan tembus strategis yang menghubungkan tiga wilayah vital, yakni Pulo Gadung, Kelapa Gading, dan akses menuju Bekasi. Kehadiran akses baru ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh warga yang kerap terjebak kemacetan panjang setiap harinya. 

Penggusuran Rumah Lampu Merah Pulo Gadung

Penggusuran Rumah Lampu Merah Pulo Gadung

Kabar baik ini pun disambut hangat oleh masyarakat serta pengguna jalan yang saban hari menggantungkan mobilitasnya di rute tersebut. Warga menilai langkah penertiban lahan ini sebagai tindakan tepat yang sudah sangat dinanti-nantikan sejak beberapa tahun terakhir. 

Sulamto (42), salah seorang pengendara sepeda motor yang hampir setiap hari melintasi jalur tersebut, mengaku lega dengan adanya kejelasan pembebasan lahan ini. Menurutnya, titik simpang menuju Kelapa Gading selama ini menjadi momok menakutkan bagi para pekerja karena durasi kemacetannya yang sangat parah.

"Tiap hari lewat sini butuh kesabaran ekstra, apalagi kalau jam berangkat kerja. Kemacetan bisa mengular panjang banget cuma gara-gara jalannya sempit dan susunan persimpangannya yang belum diatur lampu merah dengan benar," ujar Sulamto saat dijumpai di sekitar lokasi penertiban. 

Ia pun berharap pengerjaan fisik jalan tembus dan penataan traffic light bisa langsung digenjot setelah pembongkaran sembilan rumah ini selesai. Dengan terhubungnya jalur Pulo Gadung, Kelapa Gading, dan Bekasi secara lancar, mobilitas warga harian diyakini akan jauh lebih cepat dan efisien. 

Berita Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memuat berita...
BUDAYA
Memuat berita...
 
Back To Top