Keberadaan jajanan ini bukanlah hal baru di kawasan tersebut. Pria bersahaja asal Tasikmalaya ini diketahui sudah merantau dan setia menjajakan adonan aci buatannya sejak tahun 2000. Selama lebih dari dua dekade, ia konsisten hadir menemani masa-masa sekolah ribuan anak-anak SD dengan olahan gurih merakyat.
Salah satu daya tarik utama dari lapak jajanan ini terletak pada variasi menu aci cubit. Berbeda dari kue cubit terigu pada umumnya, jajanan ini menggunakan adonan aci yang dipipihkan. Dengan cekatan, jemari sang pedagang mencubit dan memotong adonan secara manual hingga membentuk potongan kotak-kotak kecil sebelum digoreng di atas wajan panas.
Tidak hanya aci cubit, menu favorit lain yang selalu diserbu anak-anak adalah aci cetak. Sebelum digoreng, adonan aci ditekan menggunakan alat cetakan khusus berwarna-warni. Berbagai bentuk karakter menarik seperti bintang, ikan, hingga bunga dihasilkan untuk memikat perhatian para siswa sekolah dasar.
Proses pembuatan langsung di tempat menjadi tontonan seru tersendiri bagi anak-anak SD saat bel istirahat atau jam pulang sekolah berbunyi. Ketrampilan tangan sang pedagang saat mencubit adonan menjadi kotak kecil maupun saat menekan cetakan karakter selalu dinantikan dengan antusias oleh para pembeli ciliknya.
Cita rasa yang ditawarkan pun sangat pas dengan selera anak-anak sekolah. Teksturnya yang renyah di luar namun tetap kenyal di dalam, dipadukan dengan bumbu gurih yang khas, membuat jajanan aci ini selalu dirindukan. Harga yang sangat terjangkau menjadikannya ramah di kantong uang saku anak sekolah.
Bagi masyarakat sekitar Jalan Tipar Cakung, keberadaan gerobak jajanan aci ini juga menyimpan nostalgia mendalam. Banyak alumni SD Cakung Barat 15 yang kini sudah beranjak dewasa, sengaja mampir kembali untuk membeli aci cubit dan aci cetakan demi mengenang indahnya masa-masa sekolah dasar mereka dulu.
Kesetiaan pria asal Tasikmalaya dalam mempertahankan jajanan tradisional ini menjadi membuktikan bahwa kreasi kuliner sederhana berbekal ketrampilan tangan, mampu bertahan melintasi zaman. Di tengah maraknya jajanan modern, aci cubit dan aci cetak khas Tipar Cakung ini tetap menjadi jajanan anak SD yang legendaris dan dicintai lintas generasi.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar