🤝DONASI

Manisnya Kegigihan Pria Asal Tasikmalaya: 25 Tahun Keliling Jakarta Ukir Kebahagiaan Anak SD Lewat Gulali Madu

Penjual Gulali Jakarta

JAKARTA - Di tengah gempuran jajanan modern berkonsep serba instan, sosok pria setengah baya asal Tasikmalaya ini tetap setia menjaga manisnya kenangan masa kecil. Selama seperempat abad atau 25 tahun lamanya, ia konsisten menyusuri jalanan ibu kota, melangkah dari satu Sekolah Dasar (SD) ke SD lainnya di Jakarta demi mengais rezeki. 

Pikulan sederhananya yang berisi adonan gula manis warna-warni selalu berhasil menyedot perhatian anak-anak sekolah saat bel istirahat atau pulang berbunyi. Tangannya yang terampil dengan sigap membentuk adonan gulali menjadi berbagai bentuk menarik, mulai dari bunga, ayam jantan, hingga terompet yang bisa ditiup.

"Sudah dari tahun 2004 saya merantau dari Tasikmalaya ke Jakarta untuk jualan gulali. Dulu awal jualan harganya masih beberapa ratus rupiah, sekarang menyesuaikan," ujarnya saat ditemui di depan sebuah SD kawasan Jakarta Utara. 

Penjual Gulali Jakarta

Penjual Gulali Jakarta

Ada rahasia tersendiri di balik kelezatan dan tekstur lembut gulali buatannya. Tidak hanya mengandalkan gula pasir biasa, ia memadukan bahan alami berkualitas untuk menjaga cita rasa dan keamanan konsumsi anak-anak. 
Bahan Gula Berkualitas: Campuran murni gula putih dan madu asli tanpa pemanis buatan, memberikan aroma harum khas serta rasa manis yang pas di tenggorokan. 
Harga Terjangkau: Dibandrol Rp3.000 untuk ukuran standar dan Rp5.000 untuk ukuran besar atau bentuk yang lebih rumit.
Seni Ketrampilan: Atraksi membentuk adonan gulali secara langsung menjadi nilai hiburan tersendiri bagi siswa SD.

Bagi penjual, profesi ini bukan sekadar mencari nafkah, melainkan cara merawat nostalgia kuliner tradisional yang kian tergerus zaman. Senyum bahagia anak-anak sekolah saat menerima gulali bentuk favorit mereka menjadi penawar lelah usai berjalan puluhan kilometer setiap harinya. 

Kehadiran jajanan legendaris ini menjadi bukti bahwa kuliner tradisional sederhana masih memiliki tempat istimewa di hati lintas generasi. Di tengah maraknya jajanan kekinian bersasaran anak sekolah, ketekunan sang penjual gulali madu dalam mempertahankan resep asli dan keramahannya memberi warna tersendiri bagi dinamika kehidupan dan manisnya kenangan masa kecil di sudut-sudut kota Jakarta. 

Berita Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memuat berita...
BUDAYA
Memuat berita...
 
Back To Top