Kegiatan bernuansa seni dan tradisi ini secara resmi dibuka oleh Camat Tanjung Priok dan turut dihadiri oleh Sekretaris Kelurahan (Sekel) Sunter Jaya beserta jajaran tokoh masyarakat. Pembukaan festival ditandai dengan seremoni meriah dan disambut antusias oleh para pengunjung yang memadati area taman sejak pagi hari.
Keriuhan acara sudah terasa sejak awal lewat aksi kolosal arak-arakan Ondel-Ondel serta penampilan drum band yang menggelegar dari keluarga besar TKA-TPA-TPQ Jami'iyyatul Albab untuk mengiringi rombongan. Tradisi adu pantun dan silat khas Betawi, Palang Pintu, juga menjadi daya tarik utama saat menyambut para tamu undangan, menegaskan kentalnya identitas lokal dalam perayaan ini.
Tak hanya atraksi tradisi, panggung utama juga diguncang oleh alunan musik tradisional Gambang Kromong yang berpadu apik dengan penampilan live band modern. Kehadiran ragam pertunjukan ini membuktikan bahwa nilai-nilai kebudayaan lokal mampu bersanding selaras dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan ruh aslinya.
Di sudut area taman, para pengunjung disuguhkan dengan bazar kuliner Betawi yang menyajikan aneka eneka hidangan khas seperti kerak telor, selendang mayang, rujak buah, hingga dodol Betawi. Selain memanjakan lidah, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga serta penyerahan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di momen Hari Anak Nasional.
Camat Tanjung Priok dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan yang sarat akan nilai edukasi sejarah dan budaya ini. Beliau menekankan pentingnya menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus oleh arus globalisasi yang semakin pesat di kalangan anak-anak dan remaja.
"Saya sangat berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Ini merupakan event tahunan dengan tema yang sangat penting, yaitu memperkenalkan budaya Betawi kepada generasi muda. Jangan sampai anak-anak kita justru lebih mengenal budaya asing dari jauh, sedangkan budaya lokal sendiri malah tidak tahu," tegasnya Pak Camat dalam sambutannya.
Suksesnya penyelenggaraan Gebyar Budaya Sunter Jaya tahun ini tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi erat antara pengurus wilayah RW 09 dan RW 11 Kelurahan Sunter Jaya. Kebersamaan antarwarga ini menjadi bukti nyata bahwa gotong royong adalah kunci utama dalam melestarikan budaya Betawi sekaligus memberikan ruang ceria bagi anak-anak di Hari Anak Nasional.
Melalui kemeriahan festival ini, diharapkan benih-benih kecintaan terhadap warisan budaya tempatan dapat tertanam kuat di sanubari anak-anak sejak usia dini. Pihak kelurahan dan tokoh masyarakat setempat pun berkomitmen untuk terus menjaga tradisi ini agar tetap lestari dan senantiasa menjadi agenda kebanggaan warga Sunter Jaya di masa-masa yang akan datang.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar