Kelangkaan ini dipicu oleh masalah serius pada rantai pasok dari wilayah sentra peternakan. Pasokan ayam hidup yang biasanya rutin mengalir dari kawasan Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami keterlambatan pengiriman secara masif. Kendala logistik di jalan serta penyesuaian jadwal panen di tingkat peternak daerah menjadi faktor utama tersendatnya distribusi.
Keterlambatan armada pengangkut dari daerah peternakan langsung berdampak pada operasional hilir. Jalur lalu lintas pengiriman yang tidak sesuai jadwal penyebabkan armada pengangkut ayam hidup menumpuk pada jam-jam yang hampir bersamaan. Situasi ini memicu kemacetan distribusi tepat sebelum ayam masuk ke tahap pemrosesan akhir.
Dampak berikutnya terlihat nyata di sejumlah Rumah Pemotongan Ayam di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Terjadi penumpukan dab antrean panjang armada yang ingin menurunkan muatan. Jadwal pemotongan yang semula teratur kini menjadi kacau dan menumpuk di jam-jam tertentu saja.
Proses pemotongan yang terhambat secara otomatis memangkas volume daging ayam segar yang siap didistribusikan ke pasar setiap harinya. Para pedagang eceran yang biasanya sudah menerima pasokan sejak subuh kini harus menunggu hingga pagi hari. Tak jarang, pasokan yang datang jauh di bawah kuota harian yang biasa mereka jual.
Para pedagang di pasar tradisional mengaku terpaksa membatasi jumlah penjualan kepada langganan mereka. Kurangnya pasokan membuat pedagang tidak memiliki pilihan lain menaikkan harga jual demi menutup biaya operasional yang membengkak akibat lamanya waktu menunggu pasokan.
Masyarakat konsumen, khususnya para pelaku usaha kuliner kecil, menjadi pihak yang paling terdampak oleh krisis ini. Banyak dari mereka harus berkeliling ke beberapa pasar hanya untuk mendapatkan daging ayam dengan harga yang masih masuk akal demi menyambung usaha harian mereka.
Melihat kondisi yang tak kunjung membaik selama sebulan, para pedagang dan konsumen sangat berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Intervensi dinas terkait sangat diperlukan untuk membenahi alat distribusi pengiriman dari daerah sentra serta mengurangi antrean di tempat pemotongan agar pasokan kembali stabil.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar