Bukan sembarang mainan, Ondel-Ondel buatan Pak Budi ini lahir dari sentuhan kreativitas memanfaatkan limbah botol plastik bekas minuman ukuran 600ml. Dengan telaten, botol-botol kosong tersebut disulap menjadi icon budaya Betawi yang menggemaskan, lengkap dengan pakaian kain warna-warni dan hiasan kembang kelapa di kepalanya.
Berjalan Kaki Puluhan Kilometer Menembus Terik
Tanpa modal kendaraan bermotor atau sepeda, Pak Budi sepenuhnya mengandalkan kekuatan kakinya untuk menjemput rezeki. Mengenakan alas kaki seadanya, ia memikul atau menjinjing puluhan Ondel-Ondel mini tersebut menyusuri trotoar, gang sempit, hingga aspal jalanan yang membara di bawah terik matahari. Langkah kakinya yang konstan dari Jakarta hingga Bekasi menjadi saksi bisu ketangguhannya menantang lelah demi membawa pulang rupiah.
Keliling Dua Kota demi Keluarga
Semua perjuangan fisik itu ia lakukan demi menafkahi Keluarga besarnya. Tanggung jawab Pak Budi memang tidak ringan, ia memiliki 8 orang anak dan kini telah dikaruniai 6 orang cucu.
"Yang penting halal dan bisa buat bantu anak-cucu di rumah. Capek pasti, tapi kalau melihat mainan ini laku, rasa capeknya hilang," ujar Pak Budi tersenyum.
Meskipun proses pembuatannya membutuhkan ketelitian dan tenaga ekstra untuk mengumpulkan botol bekas, Pak Budi enggan mematok harga tinggi. Satu buah Ondel-Ondel mini karyanya dijual dengan harga yang sangat murah dan terjangkau, yaitu Rp10.000 saja. Harga yang merakyat ini membuat dagangannya kerap dilirik oleh orang tua yang sedang berjalan-jalan bersama anak-anak mereka.
Peta Lokasi Jualan Akhir Pekan
Jika Anda tertarik untuk membeli sekaligus mengapresiasi karya Pak Budi, ia biasanya memfokuskan rute jualannya di pusat-pusat keramaian warga pada hari libur.
Bagi masyarakat yang sedang menikmati Car Free Day (CFD) atau olahraga pagi di Minggu, Pak Budi sering terlihat menggelar dagangannya di dua titik utama secara bergantian:
- Pintu Air BKT Malakasari, Duren Sawit, Jakarta Timur.
- Taman Hutan Kota Patriot, Kota Bekasi
Kehadiran Ondel-Ondel mini buatan Pak Budi tidak hanya menjadi sumber rezeki bagi keluarganya, tetapi juga menjadi bukti nyata bagaimana kepedulian terhadap lingkungan (lewat daur ulang botol plastik) dan pelestarian budaya lokal bisa berjalan beriringan di tangan seorang pejuang nafkah yang tangguh.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar