Tahun ini, Lebaran Betawi mengusung konsep persatuan yang kuat. Enam wilayah administrasi - Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, hingga Kabupaten Kepulauan Seribu - masing-masing menampilkan dekorasi khas dengan ikon Ondel-Ondel sebagai daya tarik utama.
Diresmikan oleh Gubernur Pramono Anung
Acara tahunan ini resmi dibuka oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung, pada Jumat (10/4). Dalam sambutannya, Gubernur mengapresiasi pelestarian budaya yang terus terjaga di tengah modernisasi Jakarta.
Lebaran Betawi bukan sekadar ajang silaturahmi warga Jakarta, tetapi juga panggung kehormatan bagi warisan leluhur kita. Kehadiran Ondel-Ondel di setiap sudut ini adalah simbol keramahan dan penjagaan kita terhadap nilai-nilai lokal," ujar Gubernur saat meresmikan acara.
Magnet Bagi Masyarakat
Tidak hanya menjadi dekorasi statis, beberapa titik juga menyuguhkan pertunjukan Ondel-Ondel dinamis yang menari diiringi musik musik Tanjidor dan orkes gambang kromong. Hal ini sontak menjadi hiburan tersendiri bagi warga yang datang.
"Senang banget lihatnya, anak-anak jadi tahu budaya kita sendiri. Ondel-Ondelnya bagus-bagus, bajunya warna-warni, cocok banget buat foto keluarga, " ujar Munawaroh, salah satu pengunjung asal Sukapura, Jakarta Utara.
Sukses Digelar, Tradisi Tetap Terjaga
Penutupan Lebaran Betawi pada Minggu (12/4) malam menandai berakhirnya rangkaian pesta rakyat yang berlangsung selama tiga hari penuh keceriaan. Sejak dibuka pada 10 April lalu, Lapangan Banteng telah menjadi saksi bisu betapa kuatnya akar budaya lokal di tengah megahnya Jakarta. Kehadiran Ondel-Ondel dari enam wilayah administrasi terbukti sukses menjadi magnet yang mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Masyarakat yang hadir memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya Pemerintah Provinsi Jakarta dalam mengemas acara ini secara modern tanpa menghilangkan esensi aslinya. Meskipun gerbang perhelatan kini telah ditutup, memori tentang warna-warni kostum Ondel-Ondel dan hangatnya suasana kebersamaan di setiap booth kota administrasi masih membekas di hati para pengunjung yang memadati lokasi hari akhir.
Gubernur Pramono Anung berharap semangat yang tercipta selama perayaan ini dapat terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari sebagai identitas kota. Dengan selesainya acara ini, Jakarta membuktikan bahwa tradisi Betawi bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan jiwa yang tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang. Sampai jumpa di Lebaran Betawi tahun depan dengan kemeriahan yang lebih spektakuler.








Kayaknya sekarang lebaran Betawi nya lebih meriah ya. Dulu tau2 udah ada aja perayaannya, taunya dari TV. Moga tahun2 mendatang, makin meriah dan infonya makin menyebar, biar banyak yg nonton.
BalasHapus