🤝DONASI

Pria Bogor Jual Martabak Manis Rp6.000 Subuh-Subuh di Pasar Cakung, 24 Tahun Gak Pernah Sepi!

Martabak Manis Pasar Cakung

JAKARTA - Di saat warga Ibu Kota masih terletak dalam mimpi, derit roda gerobak kayu milik Mang Anwar (48) sudah membelah sunyinya malam,  di kawasan Cakung Barat,  Jakarta Timur. Pria asal Bogor, Jawa Barat ini adalah sosok di balik kehangatan martabak manis legendaris yang telah setia menemani para pedagang dan pengunjung Pasar Cakung selama hampir seperempat abad.

Sejak tahun 2002, Mang Anwar konsisten melakoni rutinitas yang terbilang ekstrem bagi sebagian orang. Gerobak dorong sederhananya mulai mangkal sejak jam 02.00 dini hari hingga jam 09.00 pagi. Ketika pasar mulai menggeliat di waktu subuh, aroma harum mentega dan adonan martabak langsung menyeruak, menjadi magnet tersendiri di sudut pasar.

"Saya sudah 24 tahun jualan di sini pakai gerobak dorong ini. Dari zaman anak pertama masih bayi, sampai sekarang sudah punya cucu. Pasar Cakung ini sudah seperti rumah kedua buat saya," ujar. Mang Anwar sambil cekatan menuang adonan ke atas loyang besi tebal ukuran sedang.

Martabak Manis Pasar Cakung

Menu Klasik Rasa Juara 
Di tengah gempuran tren martabak kekinian dengan puluhan topping mahal, Mang Anwar memilih untuk tetap setia pada pakem klasik. Ia hanya menyediakan dua varian rasa yang menjadi favorit sepanjang masa:
  • Varian Rasa Coklat ( dengan taburan meses yang melimpah dan susu kental manis). 
  • Varian Rasa Keju (dengan parutan keju gurih yang berpadu pas dengan manisnya adonan).

Meski menunya sederhana, tekstur martabak buatan Mang Anwar terkenal lembut, tebal, dan tetap empuk walau sudah mendingin. Rahasianya, menurut Mang Anwar, terletak pada konsisten resep adonan yang tidak pernah diubah sejak hari pertama ia berjualan. 

Martabak Manis Pasar Cakung

Harga Merakyat, Cuma Rp6.000!
Yang membuat geleng-geleng kepala adalah harganya. Di tengah melambungnya harga bahan pokok di Jakarta, Mang Anwar masih mematok harga yang sangat ramah di kantong. Semua varian rasa, baik coklat maupun keju, dibandrol dengan harga Rp6.000 saja per porsi.

"Prinsip saya yang penting lancar dan berkah. Pembeli di sini kebanyakan orang pasar, buruh, dan warga sekitar yang mau berangkat kerja subuh-subuh. Kalau kemahalan, kasihan mereka. Untung sedikit tidak apa-apa, yang penting habis terjual setiap hari," ungkapnya dengan senyum tulus.

Setiap harinya, Mang Anwar mampu menghabiskan berliter-liter adonan. Pelanggannya pun lintas generasi; dari mereka yang dulunya membeli saat masih sekolah, kini datang membawa anak-anak mereka untuk menikmati martabak buatan Mang Anwar. 

Bagi Anda yang penasaran ingin mencicipi kuliner subuh legendaris ini, bersiaplah untuk datang lebih awal ke Pasar Cakung Barat sebelum jam 9 pagi, karena biasanya dagangan Mang Anwar sudah ludes terjual sebelum matahari meninggi. 
 

Berita Terkait

1 komentar:

  1. Semoga dilipatgandakan rezeki penjual martabak. Kalau di Tanah Melayu (Malaya) seolahnya martabak seperti ini dipanggil apam balik. Ada versi tebal dan nipis garing. Di Sabah, tempat saya bermastautin martabak ini dipanggil kuih terang bulan. Betulkan kalau saya silap ya Pak.

    BalasHapus

Memuat berita...
BUDAYA
Memuat berita...
 
Back To Top