Jika tidak ada intervensi radikal dari pemerintah, wilayah ini diprediksi akan menghadapi krisis banjir permanen dalam satu dekade mendatang.
Minim Lahan Parkir Air
Seiring meningkatnya kepadatan penduduk, lahan terbuka hijau yang berfungsi sebagai "parkir air" alami di Sukapura terus menyusut. Beton dan aspal kini mendominasi permukaan tanah, sehingga air hujan tidak lagi meresap ke dalam bumi (infiltrasi), melainkan langsung menjadi aliran permukaan (run-off) yang membebani saluran warga.
Drainase Tipar Cakung: Jalan di Tempat?
Salah satu titik krusial yang menjadi sorotan adalah sepanjang jalan raya Tipar Cakung. Hingga saat ini, sistem drainase belum sempurna. Pantauan di lapangan menunjukkan:
- Konektivitas Rendah: Saluran air tidak terhubung secara sistematis menuju pembuangan akhir.
- Arah Aliran Tidak Jelas: Air seringkali menggenang karena ketiadaan sodetan yang mampuni untuk mengarahkan debit air menuju sungai besar.
- Penyempitan Saluran: Sedimen lumpur dan sampah memperparah daya tampung drainase yang sudah sempit.
Idealnya, saluran air di kawasan Sukapura dan sekitarnya dialirkan secara efektif menuju Sungai atau Kali Inspeksi Cakung Drain. Namun, realitanya aliran air seolah "terjebak" di tengah pemukiman sebelum sempat mencapai sungai besar tersebut.
Bom Waktu 10 Tahun ke Depan
Para pengamat tata kota memperingatkan bahwa kondisi ini adalah "bom wakru". Jika pertumbuhan bangunan tidak dibarengi dengan pembuatan sumur resapan massal dan revitalisasi drainase primer, maka 10 tahun ke depan Sukapura akan menjadi titik merah rawan banjir yang sulit teratasi.
"Persoalannya bukan sekadar hujan deras, tetapi ke mana air harus pergi? Jika jalan raya tidak punya saluran yang mengarah ke Cakung Drain, maka air akan mencari jalannya sendiri ke rumah-rumah warga," ujar salah satu warga setempat.
Apa yang Dibutuhkan Sukapura?
Untuk mencegah skenario terburuk, diperlukan langkah konkret dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta:
- Pembangunan Sodetan: Menghubungkan drainase Jalan Raya Tipar Cakung langsung ke Kali Inspeksi Cakung Drain.
- Audit Lahan Resapan: Mewajibkan pengembangan perumahan dan pemilik ruko menyediakan lubang biopori atau sumur resapan.
- Pengerukan Rutin: Memastikan saluran yang ada bebas dari sedimen sebelum memasuki puncak musim penghujan.
Warga berharap pemerintah tidak menunggu bencana besar terjadi baru melakukan perbaikan. Mengingat cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi, pembenahan drainase di Sukapura adalah harga mati yang tidak bisa ditunda lagi.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar