Pintu Parkir Rumah Sakit Pekerja Sukapura Jakarta Utara Picu Kemacetan di Jam Sibuk


JAKARTA UTARA - Pintu atau Palang parkir di Rumah Sakit Pekerja Sukapura, Jakarta Utara menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di kawasan Tipar Cakung, terutama pada jam-jam sibuk kerja. Lokasi pintu parkir yang sangat dekat dengan jalan utama mengganggu arus lalu lintas, menyebabkan antrean panjang kendaraan yang mengular dan memperburuk kemacetan di sekitar area tersebut. 

Para pengemudi yang hendak masuk atau keluar dari area parkir rumah sakit sering kali terpaksa menunggu cukup lama, sementara kendaraan dari arah Tipar Cakung harus melambat atau bahkan berhenti total. Kondisi ini menjadi lebih parah pada pagi hari, saat banyak pekerja Kawasan Berikat Nusantara dan pengunjung rumah sakit beraktivitas. 

Meskipun rumah sakit ini memiliki fasilitas parkir yang luas, desain pintu masuk yang terlalu dekat dengan jalan raya membuat kendaraan yang ingin parkir menghalangi arus lalu lintas. Hal ini menambah beban bagi pengendara yang melintas di sekitar kawasan tersebut. Antrean kendaraan yang hendak masuk ke area parkir rumah sakit sering sekali "mengular" hingga hingga menutup satu lajur utama jalan raya. Akibatnya, arus kendaraan dari arah Semper menuju Cakung maupun sebaliknya terkunci total.



Desain yang Dipertanyakan
Masalah utama terletak pada jarak antrean (storage lane) yang sangat minim. Hanya butuh dua atau tiga mobil yang berhenti untuk tapi kartu atau ambil tiket, maka ekor antrean langsung meluber ke badan jalan utama. 

"Setiap pagi saya lewat sini, pasti macet karena mobil atau kendaraan motor yang mau masuk ke RS Pekerja. Palang pintunya terlalu dekat dengan jalan, jadi kalau ada mobil atau motor yang agak lama ambil tiket, belakangnya langsung mengular ke tengah jalan," keluh Aris (34), salah seorang pengendara motor yang rutin melintas jalur tersebut. 

Efek Domino bagi Buruh dan Ambulans
Kemacetan ini tidak hanya merugikan waktu para pekerja pabrik di kawasan sekitar, tetapi juga ironis bagi fungsi rumah sakit itu sendiri. 
  • Akses Darurat Terhambat: Ambulans yang hendak membawa pasien gawat darurat seringkali terjebak dalam kemacetan yang justru disebabkan oleh pintu masuk instansi kesehatan tersebut. 
  • Efisiensi Ekonomi: Ribuan buruh terancam terlambat masuk keja, yang berdampak pada produktivitas kawasan industri. 

"Saya pernah mau berobat darurat ke RS Pekerja, eh tiba-tiba mesin parkir rusak, antre dan menunggu lama, terpaksa saya putar balik mencari rumah sakit yang lain. Rumah sakit model apa ini!", keluh-kesah warga Sukapura yang enggan menyebutkan namanya.

Warga Desak Evaluasi Amdal Lalin
Beberapa pengamat transportasi menilai perlunya evaluasi ulang terhadap Analisis Mengenai Dampak Lalu Lintas (Amdal Lalin) di lokasi tersebut. Solusi yang diusulkan antara lain;
  • Mundurkan Palang Pintu: Memberikan ruang sirkulasi minimal 5-10 kendaraan di dalam area RS tersebut sebelum mencapai palang pintu.
  • Digitalisasi Parkir: Mempercepat proses transaksi masuk agar tidak terjadi penumpukan. 
  • Petugas Pengantur: Penempatan sekuriti khusus di bibir jalan untuk memprioritaskan arus lalu lintas. Menurut pengamatan di lokasi sudah ada sekuriti yang mengatur. Prioritas pasien yang hendak berobat harus diutamakan.

Besar harapan masyarakat agar pihak Rumah Sakit Pekerja Sukapura bisa memberikan solusi konkret. Jangan sampai fasilitas kesehatan yang seharusnya memberikan pertolongan, justru menjadi sumber hambatan bagi mobilitas warga setiap harinya. Penataan ulang posisi palang pintu parkir bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan demi mengembalikan hak pengguna jalan dan kelancaran arus lalu lintas di urat nadi Tipar Cakung. 

Berita Terkait

1 komentar:

  1. Solusinya pintu masuknya dibuat agak kedalam, jangan pas dipinggir jalan. Karena biar bagaimanapun kalau tidak ditangani akan macet terus.

    Apalagi daerah situ masuk katagori tempat yang tak pernah sepi oleh kendaraan besar maupun standard.😁😁

    BalasHapus

BERITA SLIDE
 
Back To Top