MBG di SMP Kasih Ananda I Jadi Sorotan, Tetap Tersalurkan Tepat Waktu Walau Pegangsaan Dua Terendam Banjir


JAKARTA - Kawasan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, memang menjadi salah satu titik yang terdampak banjir air cukup tinggi akibat intensitas hujan yang meningkat sejak dua hari kemarin. Namun, kondisi alam ini tidak menyurutkan komitmen penyelenggara program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Kasih Ananda I.

Meski akses jalan menuju sekolah sempat terhambat oleh luapan air, distribusi makanan bergizi bagi para siswa dipastikan tetap tersalurkan tepat waktu pada hari ini, Selasa (13/1).

Dedikasi di Tengah Genangan 
Pihak sekolah dan tim logistik MBG bergerak cepat sejak pagi buta. Menggunakan kendaraan operasional yang mampu menembus genangan, paket makanan tetap diantarkan ke area sekolah. Para guru dan staf sekolah bahkan turut membantu memindahkan boks makanan agar tetap higienis dan tidak terpapar air hujan.

"Kami menyadari bahwa asupan gizi para siswa tidak boleh terputus, apalagi di cuaca ekstrem seperti ini. Tubuh mereka butuh imunitas lebih," ujar salah satu koordinator lapangan penyaluran MBG. 



Protokol Kebersihan Tetap Utama 
Walau dalam kondisi darurat banjir, standar kualitas makanan tetap dijaga ketat. Berikut adalah langkah-langkah yang diambil pihak SMP Kasih Ananda I:
  • Pengecekan Kemasan: Memastikan setiap boks makanan tersegel rapat agar terhindar dari kontaminasi air hujan. 
  • Titik Distribusi Aman: Pengambilan makanan dilakukan dilakukan di lantai dua sekolah untuk menjamin kebersihan dan kenyamanan siswa saat makan.
  • Menu Penambah Imun: Menu hari ini dikhususkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh,  terdiri dari protein tinggi, sayuran segar dan buah. 

Apresiasi dari Orang Tua Siswa 
Langkah sigap sekolah mendapat apresiasi dari para orang tua murid. Banyak yang merasa lega karena di tengah kesulitan akses transportasi menuju sekolah, kebutuhan makan siang anak-anak mereka sudah terjamin oleh program ini.

Hingga berita ini diturunkan, kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMP Kasih Ananda 1 tetap berlangsung secara kondusif, walau pulang lebih awal. Beberapa area luar sekolah, masih dalam pemantauan petugas terkait penyusutan air. Area yang terdampak banjir paling parah adalah kampung Rawa Indah, ketinggian air hujan lumayan cukup tinggi.

Berita Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA SLIDE
 
Back To Top