"Langit Sudah Cerah, Tapi Pasar Sukapura Masih "Tenggelam": Ke Mana Larinya Air Ini?


JAKARTA - Meski intensitas hujan di wilayah Jakarta Utara telah meredam sejak kemarin malam, kondisi Pasar Sukapura, Cilincing, masih memprihatinkan. Hingga saat ini, genangan air setinggi 10 hingga 20 sentimeter masih meredam area halaman dan lorong belakang pasar, memaksa para pedagang dan pembeli beraktivitas di tengah air yang keruh dan bau.

Kondisi ini memicu keluhan dari dari berbagai pihak yang menggantungkan hidupnya di pasar tersebut. Drainase yang super buruk diduga menjadi penyebab utama air sulit surut meski cuaca sudah cerah. Hal lain juga karena posisi tanah pasar yang sudah rendah dari jalan Tipar Cakung. Sehingga kalau hujan, pasar Sukapura jadi penampungan air dadakan.





Keluhan Pedagang: Omzet Menurun Drastis 
Bagi para pedagang, banjir yang tak kunjung surut ini bukan sekadar genangan air, melainkan hambatan serius bagi pendapatan mereka. Banyak pelanggan yang enggan masuk ke dalam area pasar, karena malas berbasah-basahan.

"Hujan sudah berhenti dari kemarin, tapi airnya awet di sini. Walau sudah disedot, tapi ketinggian air tetap saja masih tinggi.Kalau begini terus, pembeli malas masuk. Mereka memilih belanja di pinggir jalan atau ke pasar lain," ujar Basir salah satu pelanggan sakit di lokasi. 

Menurut Basir, genangan air juga membuat barang dagangan lebih cepat rusak karena kelembapan yang tinggi, terutama komoditas sayur-mayur dan bumbu dapur. Pantauan di lokasi, toko emas dan toko baju lebih memilih untuk tutup.

Pembeli Keluhkan Bau dan Kebersihan 
Tak hanya pedagang, para pengunjung pasar pun merasa tidak nyaman. Selain mengganggu akses jalan, air genangan yang bercampur dengan limbah pasar mulai menimbulkan aroma tidak sedap. 




"Repot mas, mau beli sayur saja harus angkat celana tinggi-tinggi. Airnya juga kotor dan bau. Khawatir juga soa kesehatan kalau pasarnya becek begini," keluh Siti (38), seorang warga Sukapura yang sedang belanja. 

Masalah Drainase yang Menahun
Kondisi di Pasar Sukapura saat musim hujan tiba sebenarnya bukan cerita baru. Warga dan pedagang berharap ada langkah nyata dari pengelola pasar maupun pemerintah Kota untuk memperbaiki sistem drainase di area tersebut. 

Beberapa titik saluran air di sekitar pasar terpantau tersumbat oleh sampah dan sedimentasi lumpur, yang mengakibatkan aliran air menuju saluran pembuangan utama tersumbat.  Artikel berita ini diturunkan bersamaan dengan datangnya hujan, genangan air Pasar Sukapura akan meninggi lagi pastinya.

Berita Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA SLIDE
 
Back To Top