Legenda Rasa dari Kebumen: Kecap Manis Cap Banyak Mliwis Konsisten Jaga Resep Warisan Sejak 1960


KEBUMEN - Di tengah gempuran produk massal dari perusahaan multinasional, industri lokal asli Kebumen, Jawa Tengah, tetap berdiri kokoh. Salah satu yang paling ikonik adalah Kecap Manis Cap Banyak Mliwis. Kecap legendaris ini tidak hanya menjadi pelengkap masakan, tetapi telah menjadi identitas kuliner kebanggaan masyarakat "Bumi Mania".

Kualitas yang Terjaga Puluhan Tahun 
Diproduksi oleh perusahaan keluarga di Kebumen, Kecap Banyak Mliwis dikenal memiliki tekstur yang kental dan rasa manis gurih yang khas. Rahasianya terletak pada konsisten penggunaan bahan-bahan alami pilihan. 

Berbeda dengan Kecap pada umumnya,  Banyak Mliwis tetap mempertahankan penggunaan gula kelapa asli berkualitas tinggi dan kedelai fermentasi aroma harus yang sulit ditemukan pada produk ini. 



Menembus Pasar Nasional 
Meski berawal dari industri rumahan, kini "Banyak Mliwis" (yang secara harfiah berarti jenis unggas/belibis) telah merambah pasar luar Kebumen. Produk ini menjadi incaran para perantau Kebumen di Jakarta, Bandung, hingga luar Jawa yang merindukan cita rasa otentik kampung halaman. 

"Bagi kami, memasak tanpa Kecap Banyak Mliwis rasanya ada yang kurang. Rasanya lebih 'mantap' dan warnanya bikin masakan terlihat lebih menggugah selera, " ujar Siti, salah satu pemilik warung makan di Kebumen. 


Keunggulan Kecap Banyak Mliwis 
  • Bahan Alami: Tanpa pemanasan buatan berlebih, menggunakan gula kelapa lokal.
  • Tekstur Kental: Memberikan karamelisasi sempurna pada masakan bakar atau tumis. 
  • Warisan Budaya: Menjaga metode produksi yang diwariskan secara turun-menurun.

Dukung Ekonomi Lokal
Keberadaan pabrik Kecap Banyak Mliwis juga memberikan dampak positif bagi ekonomi  daerah. Perusahaan ini menyerap tenaga kerja lokal dan menjalin kemitraan dengan petani kelapa serta penyadap nira di sekitar Kebumen untuk memasok bahan baku utamanya.

Hingga saat ini, Kecap Banyak Mliwis tetap menjadi raja di dapur masyarakat Kebumen, membuktikan bahwa kualitas tradisional mampu bertahan di tengah arus modernisasi. 

Berita Terkait

1 komentar:

BERITA SLIDE
 
Back To Top