Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa titik utama seperti Jalan Boulevard Barat kesulitan dilalui kendaraan, khususnya kendaraan roda dua. Bahkan, kendaraan yang sedang parkir depan perkantoran, pemiliknya harus merelakan kendaraan terendam hampir setinggi roda. Kendaraan yang nekat, menerjang banjir, banyak yang mogok karena ketinggian air genangan banjir.
"Air mulai naik sejak semalam, tapi pagi ini makin parah karena hujan deras tidak berhenti. Motor saya mati total di pertigaan jalan Ruko Kelapa Gading," ujar Iwan (34), salah satu warga yang terjebak banjir.
Hujan yang lebat ini juga mengakibatkan air meluap di Kali Rawa Indah, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading. Pemukiman warga banyak yang terendam banjir. Kendaraan roda dua milik warga terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih tinggi semisal di tepi Jalan utama.
Tidak hanya warga Rawa Indah saja yang terkena dampak dari banjir. Perumahan elit Komplek Perumahan Gading Griya Lestari Sukapura juga tidak luput dari sasaran amukan air hujan. Ruko dan perumahan yang ada di area perumahan, hampir mayoritas terkena banjir. Mobil mewah milik warga ikut diungsikan. Terpakir di sepanjang jalan utama komplek perumahan. Dampak dari banjir perumahan ini, faktor utama tidak hanya hujan deras berturut-turut tapi juga akibat dari peninggian jalan tanpa memperhatikan atau memperhitungkan drainase. Rumah warga Komplek yang jadi korban.
Sekolah maupun perkantoran yang terkena dampak dari banjir, terpaksa dipulangkan lebih awal. Penurut pantauan juga, karyawan Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung juga nampak bergegas pulang, karena diliburkan. Semoga hujan segera berhenti, dan air segera surut. Warga segera bisa bersih-bersih rumah dan beraktivitas seperti biasanya. Pihak BPBD DKI Jakarta mengimbau warga Kelapa Gading dan sekitarnya untuk tetap waspada, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan sedang dan tinggi lebat masih akan terjadi dalam 24 jam ke depan.






Este año está lloviendo mucho y por todas partes. Un abrazo
BalasHapus