Bukan Sekadar Potong Rambut, Bisnis Barbershop Kini Jadi Tambang Cuan Menjanjikan


JAKARTA - Industri grooming pria di Indonesia tengah mengalami transformasi besar. Jika dulu mencukur rambut identik dengan pangkat rambut sederhana di bawah pohon atau kios kecil, kini bisnis barbershop modern telah menjelma menjadi gaya hidup sekaligus peluang investasi yang sangat cerah.

Laju pertumbuhan tren gaya hidup pria urban menjadi motor utama di balik menjamurnya gerai mencukur rambut kelas premium hingga konsep vintage. Berikut adalah analis mengapa bisnis ini diprediksi akan terus meroket di tahun-tahun mendatang:
  • Pergeseran Gaya Hidup Pria (Self-Care)
  • Kesadaran pria terhadap penampilan meningkat drastis. Mencukur rambut bukan lagi sekadar rutinitas merapikan helai rambut, melainkan seperti hair coloring, facial, hingga pijat bahu menjadi daya tarik yang membuat pelanggan betah merogoh kocek lebih dalam.

  • Loyalitas Pelanggan yang Tinggi Bisnis barbershop memiliki karakteristik recurring atau pendapatan berulang. Rambut pria rata-rata tumbuh 1-1,5 cm setiap bulan, yang berarti pelanggan akan kembali setiap 3 hingga 4 minggu sekali. Jika pelayanan memuaskan, tingkat loyalitas pelanggan di bisnis ini jauh lebih tinggi dibandingkan bisnis ritel lainnya.

  • Adaptasi Teknologi dan Media Sosial
  • Tren model rambut sepeti taper fase, mullet, hingga comma hair yang viral di TikTok dan Instagtram membuat permintaan jasa cukur profesional meningkat. Pemilik barbershop kini memanfaatkan platform digital untuk pemesanan slot (booking) guna meminimalisir antrean, yang meningkatkan efisiensi operasional.

  • Margin Keuntungan yang Menggiurkan 
  • Secara operasional, bisnis barbershop tidak memerlukan stok barang yang mudah absi seperti bisnis kulineran. Modal utama terletak pada keahlian sumber daya manusia (barber) dan kenyamanan tempat. Dengan manajemen yang tepat, titik impas atau Break Even Point (BEP) bisnis ini tergolong cukup tepat.



"Pria mungkin bisa menunda beli baju baru, tapi mereka tidak bisa menunda rambut yang sudah berantakan. Itulah mengapa bisnis ini sangat resilien terhadap fluktuasi ekonomi, " ujar Hendri, Guwanteng Barbershop Jakarta. 

Tantangan di Balik Peluang 
Meski peluangnya besar, persaingan juga semakin ketat. Kunci sukses di industri ini bukan lagi sekadar interior yang estetika, melainkan kualitas potongan, keramahan staf, kebersihan alat.

Bagi pembaca yang ingin terjun ke dunia ini, mulailah dengan riset lokasi yang strategis dan pastikan Anda memiliki tim barber yang selalu memperbarui skill mereka mengikuti tren global. Dan siapkan pula modal awal paling minim sekitar 100-an juta rupiah.

Berita Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA SLIDE
 
Back To Top