kelompang.
Di tengah pesatnya gempuran mainan modern dan permainan digital, profesi penjual mainan Keong keliling masih bertahan di sejumlah wilayah Jakarta. Pekerjaan ini telah lama diteliti oleh sebagian pedagang kecil yang menjajakan keong hidup sebagai mainan tradional anak-anak, terutama di sekitar sekolah dasar. Salah satu pedagang yang saya jumpai, pria asal rantauan daerah Cirebon yang tidak mau menyebutkan namanya.
Dengan membawa wadah semisal box kontainer dan plastik krecek ukuran besar, para penjual berkeliling menyusuri jalan permukiman hingga mangkal di depan sekolah saat jam istirahat bertahan hingga saat jam pulang sekolah. Meski terlihat sederhana, profesi ini telah menjadi sumber penghidupan selama bertahun-tahun bagi sebagian pedagang.
Pria asal Cirebon ini mengaku menjual Keong keliling Jakarta sudah satu dekade. Ya karena hanya itulah satu-satunya keahlian yang dia miliki. Menurutnya, minat anak-anak terhadap Keong Kelompang tidak pernah benar-benar hilang. "Dari dulu sampai sekarang masih ada saja anak-anak yang membeli. Mereka penasaran dan senang bisa main keong", ujarnya. Keuntungan pria asal Cirebon ini tidak hanya hasil menjual keong, tetap juga hasil menjual kerajinan rumah-rumahan atau kandang keongnya. Bentuk kandang keong ini menarik dan lucu-lucu. Ada kandang keong berbentuk mobil-mobilan dan ada yang berbentuk arena mainan, play ground.
Harga yang relatif murah menjadi daya tarik tersendiri. Satu keong kelompang harganya berkisar lima ribuan rupiah. Kalau harga rumah mainan keong berkisar sepuluh ribu rupiah. Anak-anak dapat membeli keong mainan dengan uang jajan terbatas, sehingga dagangan tersebut tetap diminati meski pilihan mainan semakin beragam. Bagi pedagang, konsisten pembeli inilah yang membuat profesi ini terus bertahan.
Namun, berjualan keong kelompang tidak lepas dari tantangan. Penertiban pedagang kaki lima, cuaca, serta perubahan kebijakan di sekitar sekolah kerap memengaruhi penghasilan. Selain itu, sebagian orang tua menaruh kekhawatiran terhadap aspek kebersihan karena keong merupakan hewan yang hidup yang sering disentuh anak-anak. Pedagang keong mainan berharap adanya pemahaman dari masyarakat bahwa profesi tersebut merupakan mata pencarian yang telah lama ada dan menjadi bagian dari dinamika ekonomi kecil di perkotaan.
Keberadaan penjual keong kelompang ini mencerminkan realitas ekonomi informal di Jakarta yang masih bertahan hingga kini. Di balik kesederhanaannya, profesi ini menjadi bukti ketangguhan pelaku usaha kecil dalam mencari nafkah, sehingga potret tradisi permainan anak yang perlahan tergerus zaman namun belum sepenuhnya hilang.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar