Mencoba Kelezatan Fried Chicken Sri Melan Pasar Proyek Sukapura

Fried Chicken Sri Melan Pasar Proyek Sukapura

Kulineran lagi, jajan lagi. Hidup saya kok tampak asik sekali ya, kayak orang punya duit saja. Wabah pandemi, kayak biasa-biasa saja. Kayak tak ada pengaruhnya. Kata siapa? Jangan melihat dari luar saja saja. Dan jangan melihat dari segi gaya saja. Tidak mengeluh, bukan berarti tidak punya persoalan. Kelihatan tidak menderita, jangan dikira hati dan pikirannya tidak tertekan. Situasi seperti ini, sama saja. Wis pokoknya sama.

Hanya bedanya, ada yang mengekspresikan dengan raut wajah, suara, maupun tindakan. Dan ada yang cukup dipendam dalam hati saja, sehingga tak perlu ditonjolkan keluar. Mencoba untuk menikmati situasi dan kondisi, mencoba mengambil dari segi nikmat saja. Sehingga tidak perlu terlalu memikirkan hal-hal yang sekiranya yang membuatnya kurang bersyukur. Antara kenikmatan dan kekurangan, kalau ditimbang-timbang masih banyak kenikmatan. Woih, saya bergaya orang alim ya. Saya kok sok banget.

Sebenarnya seh, hatinya galau. Ya tak apalah, yang namanya saya juga manusia biasa. Bukan keturunan dari keluarga Nabi, atau keluarga Kyai. Kadang hati dan pikiran bergoyang, oleng sebelah. Kadang menangis dan kadang tertawa. Kadang juga mengeluh tak punya duit. Romantika kehidupan memang seperti itu. Ada kalanya pasang dan surut.

Fried Chicken Sri Melan Pasar Proyek Sukapura

Fried Chicken Sri Melan Pasar Proyek Sukapura

Yang penting hidup selalu mencoba untuk tersenyum dan selalu berusaha untuk bahagia. Jangan sampai hidup ini selalu dalam keadaan cemberut dan manyun. Seakan-akan tidak ridho dengan ketentuan Tuhan. Masak iya, saya harus ngatur-ngarur Tuhan. Saya menyuruh Tuhan ini dan itu, dan harus dipenuhi. Eleh, nanti efeknya kurang bagus bagi kesehatan pikiran dan badan. Kan saya yang seharusnya patuh dan menuruti perintah Tuhan. Eleh, bibir saya kok tambah duwer.

Mau bahas kulineran kok, pakai ceramah segala. Jadi orang kok ruwet dan bulet. Sesekali itu, focus pada tema, jangan suka melebar kemana-mana. Sari Sist, Semongko! Siap! Aduh, tak tahu begitu sulitnya menulis. Merangkai kata, demih hari kehari terasa menyulitkan. Apa yang ada diangan-angan kepala, tak mudah diuraikan. Ibarat kata, seperti benang kusut.

Dah ah, saya semakin melantur saja. Kali ini saya ingin bercerita tentang kulineran menu ayam. Wow, beberapa bulan ini, saya suka sekali dengan namanya daging ayam. Ayam Goreng. Tapi bukan ayam goreng biasa ya. Ayam Fried Chicken, Ayam Goreng Crispy. Aduh, sekarang kok kulineran banyak istilah kata-kata bahasa Ingrisnya. Sudah ada kata ayam, masih pakai kata chicken. Alaah, ngapain dibuat pusing.

Biasanya saya beli Fried Chicken Sri Melan di malam hari, untuk menu makan malam. Wow keren bukan, menu makan malam saya pakai ayam. Ih pamer ceritanya? Bukan, hanya ingin memberitahukan saja. Ah sama saja. Dilanjut kagak nih ceritanya? Takut nanti dikira pamer. Ayo dilanjut, jadi orang kok mudah tersinggung. Percuma punya jenggot.

Nah karena saya dibuat ketagihan dengan Fried Chicken Sri Melan inilah, saya ingin berbagi pengalaman. Siapa tahu ada pembaca yang ingin mencari menu ayam crispy atau fried chicken tak perlu ragu untuk datang langsung ke warung Sri Melan yang beralamatkan di Pasar Proyek Sukapura, Jalan Manunggal Juang II, Jalan Tipar Cakung. Posisinya masih tepat dipinggir jalan, sehingga mudah untuk ditemukan.

Rasanya crispy banget deh. Gurih, renyah, lezat dan nikmat. Wah kadang saya tidak kebayang, betapa keuntungan yang didapatkan oleh pemilik warung ayam crispy ini, yang namanya mbak Sri Melan. Jam bukanya lumayan lama, dari pagi sampai malam. Dan saya perhatikan, Fried Chickennya selalu ludes terjual. Walau dikanan kirinya ada saingan. Mantap jiwa betul. Oh mbak Sri Melan!

Related Posts

14 komentar:

  1. Selain ayam fried chicken, nasi goreng fried rice juga lezatos...

    BalasHapus
  2. Dulu ayam Fried Chicken kalau ingin mendapatkan harus ke Mall..Sekarang dipinggir jalanpun sudah banyak dan bisa kita beli dengan harga yang relatif murah.😊😊

    BalasHapus
  3. Uy se ve genial, te mando un beso

    BalasHapus
  4. di sukapura ini kayaknya the land of fried chicken ya bang
    banyak banget jenisnya hehe
    semoga laris semua usahanya

    BalasHapus
  5. duh wayah bengi baca fried chicken weteng jadi krucuk krucuk mas djang hahaha

    etapi paragraf siji loro trlu aku setuju sih mbi sampeyan ahahhaha

    BalasHapus
  6. Jangan pusing, jangan galau mas... coba lah sekalian bungkusin itu Fried Chicken sama ayam krispi nya hehe... lumayan buat sarapan nih

    BalasHapus
  7. Saya juga suka makan daging ayam Mas, tapi di sini harga daging ayam lagi mahal sih, sampe 33 ribu perkilonya.

    Kalo kuinget-inget, dulu fried chicken ini cuma ada di resto fastfood aja, itupun di kota-kota besar. Sekarang mudah banget jumpainya, bahkan banyak dijual di kaki lima.

    BalasHapus
  8. rating berapa nih bang enak banget kelihatannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepertinya rating 4 mas atau 5, he-he

      Hapus
  9. Komentar jam 10.00 malam.. jadi lapar nih Mas Dj..

    BalasHapus
  10. wah.. manteb.. murah meriah tapi enak ya mas..
    mudah2an fried chicken sri melan makin laris setelah direview sama mas djangkaru.. Amiinn..

    BalasHapus
  11. Saya juga kalo lagi malas makan malam biasanya nyari ayam krispi mas, enak dimakan pas laper, apalagi kalo ayamnya masih hangat, tentu lebih enak.

    BalasHapus
  12. tempatnya sederhana ya mas, tapi saya suka tempat yang sederhana karena lebih nikmat rasanya makan di pingir jalan

    BalasHapus

 
Back To Top