Akses Jalan Hancur dan Berbau, Warga Komplek Bea Cukai Sukapura Bentangkan Spanduk Protes

Jalan Cendrawasih Komplek Bea Cukai Sukapura Jakarta Rusak

SUKAPURA - Kemarahan warga Perumahan Komplek Bea Cukai Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara memuncak. Sepanjang jalur Jalan Cendrawasih yang menjadi akses utama menuju pemukiman tersebut kini dipenuhi dengan spanduk-spanduk protes. Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mendalam atas kondisi jalan yang rusak patah serta masalah sanitasi yang tidak kunjung usai.

Kondisi Jalan Cendrawasih saat ini dilaporkan mengalami kerusakan struktur yang berat. Selain lubang yang dalam, warga harus berhadapan dengan genangan air hujan yang tidak kunjung surut dan mengeluarkan aroma busuk yang menyengat, menciptakan risiko kesehatan bagi penghuni komplek.

Jalan Komplek Bea Cukai Rusak

Jalan Komplek Bea Cukai Rusak

Jalan Komplek Bea Cukai Rusak

Spanduk Tuntutan Menghiasi Jalur Utama 
Di sepanjang jalan akses, terlihat berbagai tulisan di spanduk yang menuntut perhatian pemerintah dan pihak terkait. Warga menegaskan bahwa mereka tidak bisa lagi menoleransi pembiaran yang membuat area Komplek Bea Cukai Sukapura terus-menurus terdampak banjir.

"Spanduk-spanduk ini adalah suara kami. Kami minta saluran drainase dikuatkan. Kalau cuaca panas saja baunya menyengat, apalagi saat hujan, air masuk ke jalanan dab meluap ke Komplek," ungkap salah satu warga yang tidak mau menyebutkan namanya. 

Desakan Penghentian Pengurukan Lahan
Pemicu utama banjir di komplek ini diduga akibat aktivitas pengurukan lahan kosong yang berada di depan dekat perumahan. Warga secara tegas meminta agar aktivitas tersebut dihentikan sementara karena dianggap merusak sistem resapan air alami dan memperparah genangan di jalan akses.

Spanduk Protes Warga Komplek Bea Cukai Sukapura

Spanduk Protes Warga Komplek Bea Cukai Sukapura

Spanduk Protes Warga Komplek Bea Cukai Sukapura

Spanduk Protes Warga Komplek Bea Cukai Sukapura

Berikut adalah poin-poin desakan warga yang tertuang dalam aksi protes tersebut:
  • Dikuatkannya Saluran Drainase: Warga memohon pembangunan sistem drainase yang baik dan terintegrasi agar air tidak lagi menggenang dan berbau.
  • Perbaikan Permanen Jalan Cendrawasih: Mengingat statusnya sebagai akses utama, jalan ini butuh pengerasan dan pengaspalan ulang yang layak. 
  • Stop Pengurukan Lahan: Moratorium pengurukan lahan kosong dekat Komplek Bea Cukai Sukapura sampai ditemukan solusi teknis agar komplek tidak terkena dampak banjir. 

Warga berharap aksi pemasangan spanduk ini segera mendapat respons dari pihak berwenang sebelum kondisi jalan benar-benar terputus dan tidak bisa dilalui sama sekali. Warga mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar lagi jika permohonan mereka untuk mendapatkan lingkungan yang layak segera dipenuhi.

Berita Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memuat berita...
BUDAYA
 
Back To Top