Stasiun Kutowinangun Semakin Asri Tapi Tembok Pembatasnya Mematikan Ekonomi Warga Sekitarnya

Stasiun Kutowinangun

Situasi seperti ini, menjaga kewarasan pikiran itu sangatlah penting sekali. Dengan berita yang berlalu-lalang, yang belum tentu bisa dipertanggungjawabakan keakuratannya. Kalau tidak punya daya filter yang begitu ketat dan tinggi, wah emosi dan isi kepala bisa meledak-ledak. Tenaga terkuras hanya membahas isu-isu yang tidak penting. Membalas, omongan dan obrolan yang tidak bermanfaat. Energi terbuang dengan percuma dan sia-sia.

Melepaskan tangan dari gedget untuk sesaat itu sangatlah berguna. Melupakan dunia media sosial, juga perlu. Agar saya tidak lupa, bahwa sejatinya kehidupan ini adalah ya di dunia nyata itu sendiri. Dunia semu atau dunia maya tidaklah begitu penting. Sekedar buat selingan atau hiburan belaka. Sebagai pembuang rasa kepenatan setelah berutinitas dalam bekerja. Kecuali jika duna maya bisa menambah pundi-pundi dolar, baru deh. Baru apa? Baru penting!

Saya main medsos, ya paling buat mencari berita. Atau informasi yang sekira diperlukan. Atau untuk memposting artikel. Ya karena saya paling suka menulis dan memotret. Siapa tahu, tulisan dan photo-photo saya bermanfaat bagi yang membutuhkan. Walau saya sadar, kualiatas tulisan saya masih rendah. Tata bahasa  yang susah dicerna, jauh dari pedoman EYD. Hasil photo yang belum bagus juga, asal jepret. Ah, saya tetep percaya diri. Kalau nunggu semuanya sempurna, kapan saya memulainya? Betul kagak?

Stasiun Kutowinangun

Stasiun Kutowinangun

Kali ini saya ingin mengabarkan tentang kondisi Stasiun Kutowinangun. Stasiun yang lagi dibenahi sehingga tampak lebih asri. Lebih luas halamannya. Kini Stasiun Kutowinangun, bisa melayani pemberangakatan dan turun penumpang kereta api. Bagi yang ingin ke Jakarta, bisa naik dari stasiun ini sehingga tak perlu lagi harus ke Stasiun Kebumen. Dan kabar gembira juga stasiun ini kini menjadi penghubung dengan kereta bandara baru Yogjakarta. Bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYAI). Intinya Stasiun Kutowinangun Kebumen sudah meyalani penjualan tiket jarak jauh.

Sungguh luar biasa bukan perkembangan Kutowinangun? Semakin maju saja. Benar-benar mantap Kutowinangun. Kota yang paling ramai di Timur Kebumen. Stasiun ini jaraknya tidak terlalu jauh dengan jalan raya nasional. Dari pertigaan Tugu Kutowinangun, mungkin sekitar 300-an meter saja. Dekat dengan kantor kecamatan Kutowinangun. Sebelah utaranya.

Nah, pembagunan Stasiun Kutowinangun ini ada hal yang sangat disayangkan. Tembok pembatas rel-nya. Dulu, jika saya ziarah ke Makam Arung Binang selalu melewati jalan disini. Kini jalan itu sudah ditutup dan ditembok beton tinggi. Jalan penghubung dengan warga sebelah selatannya ditutup. Sehingga menjadi jalan buntu. Wah kenapa bisa seperti itu. Saya pun heran.

Jadi kalau ingin ziarah ke Makam Arung Binang, harus memutar ke arah SMK Muhammadiyah Kutowinangun. Memutari tembok. Dan itu pun, jalannya hanya setapak, berkelok-kelok pula. Kenapa tidak dibuatkan jalan layang? Ya paling tidak dibuatkan jalan penyebarangan. Kalau seperti ini, secara tidak langsung mematikan ekonomi warga yang berada disebelah selatan Stasiun Kotowinangun. 
 
Semoga saja, nanti pihak pemerintah Kebumen mau membangun jalan layang. Sehingga aktivitas roda ekonomi bisa pulih seperti sedia kala lagi. Kasihan warganya, sekedar mau ke Kantor Kecamatan saja harus menempuh waktu yang lama. Atau anak-anak yang sekolah di SMK Pembangunan bisa lebih menghemat waktu, saat berangkat atau pulang sekolah. Wisatawan yang ingin berziarah ke Makan Arung Binang juga tak dibuatnya kebingungan. Semoga! Oh iya Alamat Stasiun Kutowinangun berada di desa Kuwarisan, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Kode Pos 54393.

Related Posts

13 komentar:

  1. Ya, berlatih hingga berjaya. Tulisan saya pun skema. Gambar pun biasa-biasa.
    Harap-harap ada jalan Pintas ke malam.

    BalasHapus
  2. Walah dah pulkam to njenengan mas
    Sering liwat si klo kutowinangun

    Lah klo masalah nulis sy juga pede bae meski tulisanku juga babar blas ga sesuai eyd dan masih acak2an haha

    BalasHapus
  3. İnteresting post 😊 thanks for your sharing 😊

    BalasHapus
  4. tulisan saya malah lebih rendah lagi, mas :')

    Wadaw, bisa ada pembatasnya gitu ya? Semoga lekas ada solusi terbaik deh. Jalan layang paling bener sih emang.

    BalasHapus
  5. di tempat saya alhamdulilah roda ekonomi nya bagus mas :) tapi banyak orng malas nya hehe

    BalasHapus
  6. Wah, udah kaya stasiun jakarta. Mungkin tembok pembatasnya biar rapi dan aman. Cuma memang perlu dipikirkan akses untuk warga sekitar agar sama2 menguntungkan.

    BalasHapus
  7. kasian juga ya akses warga jadi terganggu, masa iya harus berputar jauh , semoga akan dibuatkan jalan layang atau solusi lainnya di kemudian hari..

    -traveler paruh waktu

    BalasHapus
  8. Semoga segera dibuatkan solusi agar akses warganya tak sulit lagi seperti pembangunan jalan layang atau solusi lainnya.

    BalasHapus
  9. Ternyata saya udh cukup lama nggak pernah lewat jalur Kebumen...
    Kalau dibangun jalan layang biaya dari pemerintah provinsi ya mas

    BalasHapus
  10. I also like to pfotograph :)
    Have a nice day :)

    BalasHapus
  11. Gracias por el articulo te mando un beso

    BalasHapus
  12. wah itu ngak ada diperbincangkan ya mas, maunya itu diperhatikan juga jadi sama sama diuntungkan, benarkan?

    BalasHapus
  13. Sama tilisan saya juga rendah
    Tapi kan punya makna indah
    Dipahami mudah

    :D

    BalasHapus

 
Back To Top