Mencoba Menu Masakan ala Khas Lampung di Rumah Makan Seruwit Sukapura, Jakarta Utara

Rumah Makan Seruwit Sukapura

Hidup ini memang terus dinikmati. Selalu memandang dari segi kenikmatan. Sehingga rasa sambat akan hilant, ya paling tidak berkurang. Tidak terlalu sering mengeluh gitulah. Yang namanya manusia, pastinya akan sulit secara total, jika disuruh menghilangkan rasa kecewa maupun rasa kekurangan. Hal yang lumrah, yang penting, bagaimana caranya agar jangan sampai menggeroti kepercayaan akan adanya Tuhan. Jangan sampai tidak bersyukur maupun menerima takdir dari Sang Maha Pencipta.

Wah, kalau saya sudah ngomong, mirip kayak penceramah kodang. Ahli sekali beretorika. Bermain kata-kata mirip pujangga. Notasi yang naik turun, kata-kata yang ditekan, bahkan sesekali dengan suara lantang. Kalau perlu, gebrak podium. Ah, mungkin saya punya bakat jadi penceramah. Tapi biarkan saya kubur, saya lebih suka menikmati sebagai seorang blogger.

Aduh, ngomongin yang itu kok jadi lapar. Emang lo, jika terlalu sering ngoceh, bikin perut keroncongan. Energi banyak terbuangnya. Masih untung jika energi yang keluar itu berguna, jika hanya sekedar ngomongin atau menanggapi sesuatu yang tidak maslahat, kan percuma. Persetan dengan urusan orang. Hemat energi itu penting.

Eleh, ngomongan saya kok jadi tidak jelas. Ngalor-ngidul tidak ada juntrungnya. Saya sendiri sebenarnya juga bingung. Mau ngomong apa eh yang dibicarakan apa, jadi mirip orang kurang seons saja isi kepalanya. Tapi tak apalah ya? Yang namanya hidup, perlu basa-basi. Kadang sedikit ngawur tak jadi masalah.


Dah ah, sebenarnya saya itu ingin cerita pengalaman kuliner. Waduh bahasa saya kok terlalu elit, kuliner.  Kata yang pas sebenarnya jajan. Kata kuliner itu bagi orang kelas elit. Lah saya hanya wong sandal jepit. sedikit wagu jika menggunakan kata kuliner. Eleh, kok jadi bahasa kata jajan dan kuliner. Intinya sama saja.

Masakan khas Lampung. Saya kan punya tetangga asal lampung. Setiap hari itu hampir selalu bakar ikan. Mungkin sudah tradisinya kale ya, ikan harus dibakar. Dan lalapannya jengkol muda. Saya kan jadi penasaran banget. Akhirnya saya pun mencari warung atau rumah makan masakan khas lampung. Ketemulah dengan RM Seruwit yang beralamat di Gang Manunggal Juang II, Jalan Tipar Cakung, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara. Atau orang menyebutnya dengan Pasar Proyek Sukapura.

Wuih, ternyata brow. Benar-benar nikmat dan sedap. Bumbu sambelnya menggelagar, mirip petir disiang hari. Mantap dilidah. Saya baru kali ini merasakan makan jengkol muda. Berteman dengan sambal, mantap jiwa. Mantul, mantap betul. Pokoknya masok pak eko! Kalau nanti punya rezeki, mau mampir lagi di Rumah Makan Seruwit Sukapura. Kerja yang giat, biar duit ngumpul dan jajan lagi. Kuliner ria!

Related Posts

4 komentar:

  1. Lebih mengelegar ya mas kalo ptir siang hari. Hehe.
    Malam gini niat mau diet baca berbau makanan bisa gagal diet

    BalasHapus
  2. Jajan terus nih hu😂😂

    BalasHapus
  3. Waaaaaaa makan mulu nih pak bos wkskskskksks.. kayanya enak2 ya makanannyaaa..

    BalasHapus
  4. Sambalnya kayak gimana? Bikin penampakan dalam foto, sekalian resepnya agar bisa saya praktikkan, he he.
    Suami orang Lampung tetapi tidak pernah bikin sambal khas sana. Harus ditanya aja bisa nyanbal. He he.

    BalasHapus

 
Back To Top