Hati ini Mudah Remuk Jika Melihat Acara Resepsi Pernikahan

Pernikahan Nur Aini dengan Anggi Suprayogi

Bulan haji ternyata musim acara pernikahan alias perkawinan. Ada beberapa undangan yang sudah menumpuk di meja kantorku. Duh eley, meja kantor. Meja makan kale, ya kurang lebih gitulah. Meja yang merangkap berbagai fungsi. Kadang menjadi meja kantor, dilain waktu bisa berubah menjadi meja makan. Kalau pas lagi ngetik gini, berubah jadi ruang kerja.

Senang-senang saja seh sebenarnya mendapat undangan untuk menghadiri resepsi pernikahan. Pertanda saya itu dikenal luas. Walau jarang berkumpul, ternyata tetangga jauh kenal dengan namaku. Djangkaru Bumi. Itu lo, yang suka photo-photo yang dikit-dikit photo. Atau yang lagaknya mirip wartawan, yang suka memvideoin peristiwa atau kejadian. Ya kurang lebih begitulah. Orang-orang mengenalku.

Kali ini aku mendapatkan undangan dari kedua mempelai yang bernama Nur Aini dengan Anggi Suprayogi. Mempelai perempuannya cantik sekali brow. Aku yang lihat sampai tidak kukut. Cantiknya mirip bidadari surga. Eleh, kayak pernah lihat bidadari saja. Ya, kan lihatnya dari cerita televisi, gitu lo.


Yang hadir lumayan banyak.  Tamu atau keluarga dari kedua mempelai pada hadir. Karena acara siangnya begitu ramai. Aku pilih datang malamnya saja, bakda isyaklah gitu. Sekalian melihat biduan dangdutnya. Ternyata, malamnya juga masih lumayan ramai. Tamu terus berdatangan.

Kalau melihat acara resepsi seperti ini. Hatiku mudah remuk. Pikiranku terus melayang tidak karuan. Teringat dengan mantan-mantan yang meninggalkanku. Mencampakan diri ini dengan mudahnya. Pergi tanpa pesan. Nelangsa jadinya.

Tapi tak apalah, yang penting jangan terlalu lama sedihnya. Masak iya, hadir dipernikahan orang berurai air mata. Malulah. Seharusnya ikut berbahagia, atas menyatunya dua hati yaitu Nur Aini dengan Anggi Suprayogi. Biar mereka menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan waromah. Jangan malah bamberan. Nih tisu!

Related Posts

7 komentar:

  1. Wkwk... Galau terus mas djangkaru. Buruan cari bidadarinya biar bisa move on mas. Mungkin bidadarinya lagi pergi ke kali.

    BalasHapus
  2. Pernikahan, dan resepsi kadang jadi buat kebisingan, kada saya mikir pernikahan harus dibuat sesimpel mungkin dan se santai santainya, ah tapi budaya kita emang gitu, ribet !

    BalasHapus
  3. ini yang lagi melanda aku banget si mas......hiks hiks udah pengin nikah tapi apa daya kalau belum ketemu jodohnya... :( :(

    BalasHapus
  4. Memamng mamahnya lagi kemana ko remuk hehehe

    BalasHapus
  5. yang bikin remuk itu ketika Pas kondangan ketemu dengan orang yang kita kenal, terus mereka bilang dengan kita...

    " Kamu Kapan Nyusul.."....

    Kalimatnya sederhana, tapi kok kayak digebuki oleh PAHA AYAM beratus - ratus kali ke muka kita, ' pedas dan berminyak " ,hahahah....

    BalasHapus
  6. Lain kali kalo hadir undangan bawa pacar sewaan mas. Coba tanya kang Nata setoknya ada gak :)

    BalasHapus
  7. Hmmmmmmm, sungguh pelik permasalahan yang dihadapi. Kalo kata Iwan Fals, HADAPI SAJA.

    sabar om, jodohnya lagi disiapin sama Tuhan, tinggal tunggu waktunya aja 😀

    BalasHapus

 
Back To Top