Apotik Rini Rawamangun Berdiri Sejak 1968

Apotik Rini Rawamangun

Kehidupan ini memang adakalanya harus pasang-surut. Adakalanya gelombang harus naik, disisi lain waktu gelombang harus turung dan susut. Atau mungkin dengan kata pepatah lain, kehidupan ini seperti roda pedati. Berputar. Mungkin hari ini posisi kita diatas, esok hari kita harus berada di posisi paling bawah. Sama halnya pula dengan kesehatan. Tidak selamanya tubuh ini selalu fit. Sakit dan loyo pasti akan datang. Semakin usia bertambah, aneka penyakit semakin berkumpul dan bergerumul. Hal seperti itu tidak mungkin bisa kita hindari.

Kakutan tubuh manusia ada batasnya. Saat masih muda, itulah kekuatan maksimal manusia. Berkisar usia 20-35. Semakin bertambah dan bertambah usia, tenaga semakin berkurang. Pelan-pelan dan pasti, satu demi satu ada keluhan. Entah mulai mudah kesemutan, mata berkunang-kunang dan hal lainnya. Belum lagi, kulit yang semakin keribut. Kantong mata yang semakin membengkak.

Apotik Rini Rawamangun

Apotik Rini Rawamangun

Awal mula kelemahan dan daya tubuh yang melemah itu pasti kaget. Hal yang lumrah. Semua orang pasti merasakannya. Kenapa tubuhnya mulai mudah sakit, kekuatan tubuhnya menurun. Ada rasa ketakutan dan was-was. Sedangkan keinginan belum tercapai semuanya. Masih ada mimpi-mimpi yang belum tergapai. Kehidupan ini terasa cepat sekali berlalunya.

Nah, saat sakit tiba biasanya ada kendala dalam mencari obat. Rumah sakit tidak mempunyai stok obatnya. Sehingga terpaksa harus mencari obat sendiri. Membeli obat di luar apotik rumah sakit. Disinilah kadang yang membuat bingung. Harus mencari obat dimana yang kira-kira opotik tersedia obatnya sesuai resep dokter tersebut.

Apotik Rini Rawamangun

Pengalaman pribadi saya dalam mencari obat sesuai resep dokter sebuah rumah sakit. Berbekal kertas resep dokter, saya keliling apotik yang berada di sekitar, Koja, Semper, Kelapa Gading dan Sukapura. Mungkin sudah puluhan apotik yang saya kunjungi. Hasilnya nihil. Stock kosong alias tidak tersedia. Sempat putus asa saya dalam mencari obat tersebut. "Jangan-jangan ini obat mahal", batin hati saya.

Akhirnya saya pun berkunjung balik ke rumah sakit yang mengeluarkan resep tersebut. Dan saya disarankan untuk ke Apotik Rini Rawamangun. Tanpa berpikir panjang saya pun menuju ke Apotik Rini berteman setia motor sepeda buntut keluaran 2000. Aku pacu dengan maksimal, walau saya paham dan mengerti, motor tua ini sebenarnya tidak mau diajak melaju. Ada rasa ogah-ogahan. "Ah, paling hasilnya juga nihil",  mungkin batin rongsokan tua ini.

Singkat cerita. Saya pun sampai ke Apotik Rini Rawamangun ,walau sesekali harus bertanya ke orang lain. Wealah, Apotik Rini Rawamangun tidak terlalu jauh dengan Rumah Sakit Pusat Persahabatan. Saya sodorkan itu resep dokter ke petugas apotik. Menunggu sebentar terus dipanggil lagi. Alah mak, ternyata obat yang tertera di resep dokter itu harganya hanya Rp 1.200,- rupiah. Obat sesusah ini mencari, ternyata segitu harganya. Aduh, pengalaman yang lucu juga nih.

Apotik Rini Rawamangun berdiri atau buka sejak 14 Desember 1964. Pengalaman yang lumayan panjang. Dan saya perhatikan, gedung apotik Rini ini juga tergolong luas. Sehingga wajarlah jika stock obatnya banyak dan lengkap. Pelayanan apotekernya juga ramah-tamah. Alamat Apotik Rini Rawamangun berada di jalan Balai Pustaka Timur No.11, Rt.4/Rw.11, Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Kode Pos 13220. Nomor WA yang bisa dihubungi 0821 1436 9866.

Related Posts

12 komentar:

  1. ownernya kayak banget pastinya

    BalasHapus
  2. di rsud subang pun sama, sering banget obat yang harus ditebus ke luar apotek, entahlah, kenapa seperti itu, emang rumah sakit gk bikin stok banyak?

    BalasHapus
  3. Bangunan apotiknya gede banget, mirip rumah sakit...
    Asumsi saya malah, rumah sakit tersebut tidak menyediakan obat murah... hehe :D

    BalasHapus
  4. Apotiknya besar juga ya?
    di rawamangun sebelah mananya ini? saya tahun ngekos di rawamangun gak tau masa ya.. hihi.. sering nya ke K24 aja kalo beli obat.

    BalasHapus
  5. Kalau di sini ada Apotek Keretasari yang letaknya langsung di depan RS, jadi kalau obat yang dibutuhkan tidak ada di apotik RS, dokter kasih resep untuk dibeli di apotik luar. Hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk sebagian besar gitu, harusnya obat gratis malah masih bayar,

      Hapus
  6. cukup lama juga bangunan ini berdiri kokoh sampe saat ini, mas. apotik ini kayaknya bakal punya tempat istimewa buat mereka yg sering nyari obat di sana. sudh terbukti baik ya mas pelayanannya?

    BalasHapus
  7. Gedung apoteknya besar ya, mungkin sekalian disewa untuk praktek dokter spesialis. Lebih bagus berobat ya kayak gini :)

    BalasHapus
  8. besar nian ini apotek penasaran yang lantai lain isinya apaan ya

    BalasHapus
  9. oh tipe2 apotik yg obatnya cm ada di apotik tua lama dan satu2nya ini sering bgt kejadian di aku. cari kemana2 trnyata yg jual cm apotik lawas. umur nih apotek lbh tua dari mamaku hmmm keren ya masih bertahan

    BalasHapus
  10. Dari segi bangunanya masih terlihat nuansa desain jaman dulu, tentu sudah sangat berpengalaman dalam bidang obat obatan

    BalasHapus
  11. Akhirnya dapat juga ya obat yang dicari-cari di apotik lain di daerah Rawamangun. Alhamdulillah.
    Memang nggak semua apotik lengkap. Jadi kita harus nyari sendiri apotik yang lengkap.

    Sekedar saran aja, alangkah baiknya untuk menjaga kesehatan tubuh, maa Djangkaru sering makan buah atau gampangnya bisa minum jus buah setiap hari untuk menjaga stamina tubuh.

    Kalau aku sering beli jus buah, lumayan badan jadi segar dan fit.
    Semoga mas Djangkaru tetap semangat dan sehat selalu.

    BalasHapus

 
Back To Top