Gramedia Expo Mal AEON Garden City Terasa Setengah Hati

Gramedia Expo Mal AEON Garden City

Matahari tampaknya merasa kelelahan. Setelah memberikan energinya untuk manusia yang berada di bumi. Ataukah manusianya yang justru merasa bosan dengan teriknya sang surya? Sebuah pertanyaan jika dijawab tidak akan menemukan titik simpulnya. Kalau dijawab dengan kata bosan, pastinya manusia bosan. Karena  manusia juga letih dengan routinitasnya. Jenuh seharian di tempat kerja. Merasa penat dengan seabrek kerjaan yang menguras tenaga. Ada rasa keinginan untuk bersantai, terlepas dari kekangan.

Setelah matahari tenggelam, berubahlah menjadi malam. Lampu penerangan jalan kini yang mewakilinya. Rembulan kemana? Entahlah. Rembulan sepertinya juga kecapekan. Atau mungkin dia juga lagi ingin menyendiri. Tidak mau berbagi senyum dengan manusia bumi.

Bagiku tidak adanya rembulan di malam hari, tidak begitu berpengaruh. Aku tetap melalang buana mencari hiburan. Itulah enaknya jadi bujangan. Bebas berkeliaran. Bagiku, kebahagian dan kesenangan tidaklah ditentukan alam sekitarnya. Tapi akulah yang harus menciptakan kebahagian dalam diri sendiri.

Gramedia Expo Mal AEON Garden City

Mesin kudaku kupacu dengan santainya. Maklum mesin kuda tua, sehingga tidak bisa diajak melaju kencang. Kunikmati keindahan remang-remang di sepanjang pinggir jalan. Pepohonan melambai, seakan mengucapkan atau memberikan salam. Orang-orang yang aku temuai sepertinya juga sibuk dengan urusannya sendiri.

AEON Mal Garden Citylah tujuanku. Mal yang belum lama berdiri, tapi sudah dipadati oleh pengunjung. Ramai sekali dengan sendau gurau anak muda. Bergandengan dengan kekasihnya,
berjalan dan bercanda dengan mesranya. Aku hanya bisa dibuat iri oleh tingkahnya. Ah, kapan aku bisa menemukan gebetan. Aduh, kenapa saya jadi terlalu berkhayal.

Setiap aku main ke mal, yang pertama aku kunjungi adalah toko buku. Di AEON Mal Garden City ada toko buku yang bernama Gramedia Expo.  Tapi sayang sekali, toko buku ini tampak setengah hati. Beda sekali dengan toko Gramedia yang aku temui di mal-mal lainnya. Yang biasanya dengan koleksi buku yang banyak. Rak-rak buku yang teratur. Dan biasanya juga ruangannya luas. Tapi kenapa dengan Gramedia Expo Mal AEON Garden City ini? Mungkinkah karena Toko Buku Gramedia Expo ini baru mulai merintis? Sehingga masih membutuhkan waktu untuk bebenah. Entahlah.

Related Posts

14 komentar :

  1. Aen mall yg di cakung ya kang

    BalasHapus
  2. mas... mohon info kalau ada pameran buku yang murah dan banyak diskonnya ya... hahahahaha.... buat memperbanyak koleksi buku (koleksi untuk warisan anak) hehehe... btw Gramedia Expo Mal AEON Garden City harga bukunya pasti mahal-mahal yaa mas...? apa sama dengan toko gramedia lainnya mas...?

    BalasHapus
  3. Dulu, wkt blm punya blog, saya paling sering nongkrong berlama-lama di Gramedia hanya sekedar baca2 buku yg gak bisa kebeli... hehe.. :D

    BalasHapus
  4. Iya ya, Mas. Buku-bukunya banyak yang berserakan. Biasanya kalau di Gramedia Maumere, buku-buku yang berserak ditata di meja depan gedungnya itu buku diskonan :D

    BalasHapus
  5. Biasanya sih klo berserak gitu diskon. Hihihi... Biasa nemu di bazar buku mah gini. :D

    BalasHapus
  6. bagus ada program sebegini. masa saya datang jakarta 5 tahun lepas kami sempat singgah toko gramedia di sana...

    BalasHapus
  7. Mungkin gramedia mulai tergerus dengan kemajuan jaman, sehingga minat orang untuk membeli buku teralihkan ke buku elektronik

    BalasHapus
  8. Saya suka dengan "Bagiku, kebahagian dan kesenangan tidaklah ditentukan alam sekitarnya. Tapi akulah yang harus menciptakan kebahagian dalam diri sendiri." setuju.


    Mungkin sj warga sktr sana minat baca ny rendah, krn jika dibandingkan dg daerah lain yg lbh ramai.

    BalasHapus
  9. Bagus ya...pergi ke mall cari buku.
    Kalau saya, sudah shopping barang yang lain..:D

    BalasHapus
  10. masih awal mungkin mas. seperti ketika cinta mulai betunas dan kemudian tumbuh dan berakar kuat hingga nanti cinta akan susah untuk terguling. eh....

    BalasHapus
  11. Setuju banget dengan kata-kata kebahagiaan itu tidak ditentukan alam sekitarnya tapi akulah yang harus menciptakan kebahagiaan dalam diri sendiri. Sipp lah.
    Semangka.. Eh Semangat..! :)

    BalasHapus
  12. Masa Bujang, memang masa yang dimana kita bisa bebas kesono kemari, termasuk mengunjungi Toko buku sepuasnya, ohy..... biasanya penjaga toko buku adalah para wanita2 cantik loh,,,mas... :)

    Apa mengunjungi Toko Buku adalaha salah satu modus terselubung yach, hahahah....peace...peace..... :)

    BalasHapus

 
Back To Top