Sejak pagi hari, antusiasme warga sudah terlihat memadati area utama perayaan yang dihiasi pernak-pernik khas kemerdekaan. Meskipun awalnya direncanakan dibuka secara langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, beliau berhalangan hadir karena adanya agenda kedinasan lain yang tidak dapat ditinggalkan. Ketidakhadiran orang nomor satu di Kota Bekasi tersebut tidak menyurutkan khidmat dan kemeriahan jalannya pembukaan acara.
![]() |
| Lurah Kota Baru |
![]() |
| Pemprov Jabar |
![]() |
| Panitia |
![]() |
| Peserta UMKM |
Festival ini secara resmi dibuka dan kemudian ditutup oleh Camat Bekasi Barat, Anda Kristanto Puryandaru. Dalam menjalankan tugasnya memimpin seremoni tersebut, Camat didampingi langsung oleh Lurah Kota Baru, Endang Kusnandi. Kehadiran jajaran pimpinan wilayah ini memberikan dukungan moral yang besar bagi seluruh panitia dan warga yang telah bergotong-royong menyiapkan acara.
Dalam sambutannya, Camat Bekasi Barat menegaskan bahwa perhelatan ini merupakan Festival Situ Rawa Bebek pertama kali digelar dan dipastikan bukan yang terakhir. Beliau berharap ajang ini bisa konsisten menjadi agenda tahunan serta kedepannya mendapatkan alokasi dukungan dari APBD Kota Bekasi, sebagaimana tradisi seni budaya Festival Adu Bedug dan Dondang di Mustikajaya.
Salah satu daya tarik utama yang paling menyedot perhatian adalah pawai dan karnaval budaya yang mengambil titik start dari RW 12 dan finish di halaman Kelurahan Kota Baru. Sepanjang rute perjalanan, masyarakat tampak sangat terhibur dan berbondong-bondong memadati tepi jalan untuk menyaksikan kebolehan peserta karnaval yang diusung oleh 22 RW se-Kelurahan Kota Baru.
Kemeriahan semakin memuncak dengan hadirnya beragam pentas seni tradisional yang menyorot kekayaan budaya Nusantara. Penonton disuguhkan dengan keanggunan gerakan tari tradisional, kegagahan atraksi Reog Ponorogo, hingga keriuhan arak-arakan Ondel-Ondel Betawi. Kolaborasi berbagai seni budaya ini menegaskan keberagaman dan toleransi yang terjaga dengan baik di tengah masyarakat Bekasi Barat.
![]() |
| Peserta Pawai |
![]() |
| Camat Bekasi Barat |
Selain sajian budaya, pesta rakyat ini juga menjadi ajang pembuktian bakat warga melalui Lomba Karaoke antar-RW. Perwakilan dari 22 RW saling unjuk kebolehan mengolah vokal untuk memperebutkan gelar juara, yang diselingi sorak-sorai pendukung masing-masing. Gelak tawa dan tepuk tangan riuh penonton membuat suasana sekitar Danau Situ Rawa Bebek menjadi sangat hidup hingga akhir acara.
Sisi perekonomian warga juga mendapat dorongan positif melalui hadirnya puluhan stan Bazar UMKM di sekitar lokasi festival. Berbagai produk kuliner lokal, kerajinan tangan, hingga ragam olahan kreatif hasil usaha warga Kota Baru laku keras diserbu pengunjung. Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan penuh kesan manis, meninggalkan kebanggaan mendalam bagi warga Kelurahan Kota Baru atas suksesnya perayaan ganda tahun ini.














Sudah lama merhatiin blognya Djangkarubumi, tapi sampai sekarang masih penasaran: nulis artikelnya biasanya di laptop atau hp ya, terus apa nulis di dashboard bloggernya langsung atau? Soalnya saya heran aja, di tengah kesibukan, selalu ada aja postingannya, Salut.
BalasHapusIya ketik langsung, maka tidak heran sering ada kesalahan. Pakai laptop pastinya lebih nyaman.
Hapusharusnya gini sih karnaval di isi dengan pelestarian seni budaya, jadi bisa mengenalkan budaya seni kita pada generasi muda, beda kalo di jawa mas, karnaval memperingati kemerdeka'an di isi dengan karnaval sound horeg :D
BalasHapus