🤝DONASI

Bisnis Penukaran Uang Baru Mulai Jamur di Pinggir Jalan, Berapa Jasanya?

Bisnis Penukaran Uang Baru

JAKARTA - Aroma Idul Fitri mulai terasa, bukan hanya dari deretan kaleng biskuit di supermarket, tapi juga dari kemunculan para penyedia jasa penukaran uang baru di berbagai sudut kota. Fenomena tahunan ini kembali menggeliat seiring meningkatnya tradisi membagikan "salam tempel" atau angpao Lebaran kepada sanak saudara. 

Tradisi yang Menjadi Peluang Bisnis
Meskipun Bank Indonesia (BI) telah membuka layanan penukaran uang resmi melalui kas keliling dan bank-bank konvensional, antrean yang panjang dan kuota yang terbatas membuat banyak warga yang memilih jalan pintas. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh para pedagang uang musiman.

Di sepanjang jalan protokol, para penyedia jasa ini biasanya memamerkan tumpukan uang kertas yang masih terbungkus plastik (segel bank), mulai dari pecahan Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, hingga Rp20.000.

Bisnis Penukaran Uang Baru

Bisnis Penukaran Uang Baru

Bisnis Penukaran Uang Baru

Berapa Tarif Jasanya?
Berdasarkan pantauan di lapangan, tarif atau "fee" penukaran yang tahun ini bervariasi tergantung pada seberapa dekat jaraknya dengan hari H Lebaran. 
  • Tarif Normal: Rata-rata penyedia jasa mematok tarif 10% hingga 15%. Artinya, jika Anda menukar Rp100.000, Anda harus membayar Rp110.000 hingga Rp115.000.
  • Mendekati Lebaran: Tarif ini biasanya melonjak hingga 20% pada H-3 atau H-2 Idul Fitri  karena tingginya permintaan dan menipisnya stok yang baru.

"Kalau sekarang masih lima belas persen, Mas. Tapi nanti kalau sudah minggu terakhir puasa, biasanya naik karena barang (uang baru) makin susah didapat," ujar Butet, salah satu penyedia jasa penukaran uang di kawasan Jakarta Utara. 

Bisnis Penukaran Uang Baru

Bisnis Penukaran Uang Baru

Bisnis Penukaran Uang Baru

Waspada Uang Palsu dan Resiko Keamanan 
Meskipun praktis, masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Menukar uang di pinggir jalan memiliki resiko tersendiri, mulai dari selisih hitungan hingga resiko terselipnya uang palsu. 

Berikut adalah tips aman jika Anda terpaksa menukar uang di jasa non-resmi:
  • Hitung Uang fi Tempat: Jangan ragu untuk menghitung lembar demi lembar secara manual di depan penjual.
  • Cek Keaslian: Gunakan metode 3D, Dilihat,  Diraba, Diterawang.
  • Cek Segel: Pastikan plastik pembungkus uang masih utuh atau perhatikan nomor seri uang yang biasanya berurutan. 

Bank Indonesia sendiri tetap menyarankan masyarakat untuk menukar uang di jalur resmi melalui aplikasi PINTAR guna menjamin keamanan dan keaslian uang 100%. Bagaimana dengan pembaca, suka jalur resmi atau non-resmi? Dikomentari ya!

Berita Terkait

1 komentar:

  1. Saya paling gak suka sama tukang ginian mas.
    Nganu, ribaaaaa

    BalasHapus

Memuat berita...
BUDAYA
Memuat berita...
 
Back To Top