Lalu Lintas Warga Rawa Indah Pegangsaan Dua Terjepit di Balik Rakusnya Alat Berat Proyek


Jakarta Utara - Harapan warga Jalan Rawa Indah (yang dulunya namanya Rawa Gatel), Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading untuk mendapatkan lingkungan bebas banjir melalui Proyek Strategis Daerah (PSD) kini harus dibayar mahal dengan "siksaan" kemacetan setiap hari. Harus rela antre dan bergiliran karena adanya kendaraan proyek Beko yang sedang parkir. Jalan Rawa Indah, tergolong Jalan sempit,  ya bisa dikatakan Jalan Gang. Nah, sudah sempit, mobil Beko parkir pula hehehe. 

Di Jalan Rawa Indah Pegang Dua sedang ada proyek pemasangan Sheet Pile Stel (SPS) atau turap banjir di sepanjang kali Rawa Indah. Proyek ini milik Dinas Sumber Daya Air (DSDA) DKI Jakarta. Kali  Rawa Indah, hujan sebentar saja, warga sekitar sudah terkena dampak banjir. Tapi proyek ini menjadi horor bagi pengguna jalan Rawa Indah, akibat dari parkir kendaraan proyek tersebut. Bahkan ada pengguna jalan yang harus rela putar balik, karena tidak bisa melintas. Pastinya karena sempit. "Gara-gara kendaraan proyek parkir, saya harus putar balik", keluh warga yang saat itu sedang mengantar air galon.



Pantauan di lokasi menunjukkan betapa "rakusnya" alat berat jenis ekskavator atau beko dalam memakan ruang publik. Di jalan yang sejatinya sudah sempit, alat berat tersebut parkir hingga ke badan jalan, yang menyisakan ruang yang minim bagi kendaraan untuk melintas. Ya jangankan kendaraan, orang melintas saja juga harus rela silih berganti hehehe. Warga yang melintas hanya bisa bersabar. Walau dalam hatinya, tersimpan sumpah serapah. 

"Kami mendukung program pemerintah untuk menanggulangi banjir, tapi jangan sampai proyek ini justru menciptakan masalah baru yang mendengarkan rakyat kecil setiap harinya", tegas pengguna jalan yang sedang melintas. Pemasangan Sheet Pile Steel (SPS) memang krusial untuk memperoleh tanggul kali Rawa Gatel dan mencegah longsor tanah ke sungai. 



Yuk kita pahami apa itu Sheet Pile Steel (SPS) atau yang sering disebut Turap Baja adalah material konstruksi berbentuk lembaran pelat baja panjang dengan pengait (interlock) disetiap sisinya. Pengait ini memungkinkan setiap lembaran disambungkan secara rapat satu sama lainnya hingga berbentuk dinding baja atau dinding beton yang kokoh dab kedap air. Dalam proyek di Kali Rawa Indah oleh Dinas Sumber Daya Air, SPS merupakan komponen vital karena kekuatannya menahan beban tanah dam air yang sangat besar.

Kini, warga Jalan Rawa Indah hanya bisa pasrah sembari menunggu berharap otoritas berwenang segera menertibkan site proyek Kali Rawa Indah tersebut. Masyarakat mendesak adanya solusi konkret, mulai dari penempatan petugas pengantur lalu lintas dan memberi petunjuk jalan alternatif. Warga juga harapannya semoga proyek ini bisa selesai sesuai rencana, jangan sampai molor. Proyek Strategis Daerah ini jangan menjadi "hantu" yang menakutkan bagi Mobilitas harian mereka.

Berita Terkait

3 komentar:

  1. Itu akses masuk keluar satu-satunya ya Mas? Kalau iya, memang repot sih tertutup kendaraan segede itu 😖 Semoga proyek cepat selesai lah, biar warga dan pengguna jalan sekitar nggak terganggu terlampau lama.

    BalasHapus
  2. Aduh alat berat seperti itu ada di jalan kecil, sungguh mengganggu lalu-lintas ... :(

    BalasHapus
  3. Kadang ga paham yaa kenapa setiap ada proyek gini makan waktu lamaaa banget. Kenapa ga bisa cepat, kayak jepang, china. Langsung mikir , ini jangan2 bayar proyek nya per hari yaa. Jadi makin lama, makin gemuk duitnya 😅

    BalasHapus

BERITA SLIDE
 
Back To Top