Hujan Deras dan Beban Kabel Berlebih, Tiang Internet Lampu Merah Hybrida Kelapa Gading Roboh


JAKARTA UTARA - Arus lalu lintas di perempatan lampu merah jalan Hibryda Kelapa Gading, Jakarta Utara, sempat mengalami kemacetan panjang pada pagi hari tadi. Sebuah tiang penyangga kabel internet roboh akibat cuaca ekstrem dan kondisi beban kabel yang melampaui batas. 

Kronologi ini terjadi sekitar pukul 01.00 WIB saat wilayah Jakarta Utara diguyur hujan deras disertai angin kencang. Menurut saksi mata yang tinggalnya tidak begitu jauh dari lokasi, tiang besi itu terlihat miring sebelum akhirnya ambruk menutupi sebagian jalan.

"Awalnya memang sudah terlihat miring karena kabelnya banyak dan serabut. Pas hujan deras semalam, mungkin tanahnya melupakan dan beban kabel terlalu berat,  langsung riang besi melengkung dan roboh," ujar Hendri (41), salah seorang pengendara ojek online yang berada di lokasi.



Penyebab Utama: Overload dan Cuaca 
Berdasarkan pengamatan di lapangan, tiang tersebut tidak hanya menahan satu atau dua kabel, melainkan puluhan lilitan kabel fiber optik dari berbagai operator penyedia layanan internet (ISP). Penumpukan kabel yang tidak teratur ini menciptakan beban statis yang besar pasa struktur tiang.

Kondisi diperparah dengan:
  • Hujan Deras: Menambah beban air pada kabel dan melunakan fondasi tanah.
  • Angin Kencang: Memberikan tekanan lateral (samping) yang kuat pada bentangan kabel.
  • Kelebihan Kapasitas: Tiang tidak hanya dirancang untuk menampung volume kabel sebanyak itu.

Dampak Lalu Lintas dan Penanganan 
Robohnya tiang ini mengakibatkan kemacetan dari arah Semper maupun dari arah Sukapura.  Kabel-kabel yang menjutai ke jalan juga membahayakan pengendara sepeda motor. 

Pantauan di lokasi, beberapa teknisi dari operator lapangan sudah berusaha merapikan jaringan internet. Walaupun belum sepenuhnya rapi dan kabel masih nampak berserakan. Pengendara diminta untuk berhati-hati saat melintas area persimpangan lampu merah jalan Hibryda. Kurangi kecepatan dalam berkendara. 

Berita Terkait

1 komentar:

  1. ISP itu kok bisa, ya, membiarkan kabel semrawut begitu, terkesan tidak memikirkan keselamatan pengguna jalan. Dari segi visual juga nggak sedap dipandang mata. Betul-betul seenaknya saja. Begitulah kalau yang dikejar cuma duit, duit, dan duit. Harusnya ada kewajiban penataan ulang dari pemerintah setelah penambahan jaringan, supaya mereka nggak berani asal pasang.

    BalasHapus

BERITA SLIDE
 
Back To Top