Masjid Soeprapto-Soeprapti di Kawasan Sekolah Kasih Ananda 2 Pegangsaan Dua Kelapa Gading Jakarta Utara

Masjid Soeprapto-Soeprapti

Selama badan masih kuat, tenaga masih roso, pekerjaan apapun dilakoni. Tidak usah pilah-pilih selama itu menghasilkan dan selama itu pula menyenangkan. Pekerjaan jika menggembirakan hati, akan dijalani dengan senang hati pula. Apalagi sebuah pekerjaan yang tidak begitu menyita waktu. Pekerjaan yang masih tetap bisa menyalurkan sebuah hoby. Memang apa hobynya? Berburu berita dan berburu photo. Alias jeprat-jepret, yang nantinya bisa menjadi bahan berita atau akan menjadi sebuah artikel.

Selama bepergian, saya berusaha untuk tidak lepas dari sebuah kamera handphone. Ada rencana seh, jika ada rezeki ingin beli kamera, sehingga bisa lebih leluasa untuk mengabadikan sebuah peristiwa. Dengan kamera khusus, pastinya hasil jepretannya juga akan lebih bagus. Apalagi kamera yang lensanya bisa zoom, wow lebih jos gandos. Sehingga tidak perlu terlalu mendekati obyek. Ah, mimpi yang masih jauh, jangan-jangan akan tetap menjadi sebuah mimpi.

Masjid Soeprapto-Soeprapti

Masjid Soeprapto-Soeprapti

Kali ini saya menekuni profesi sebagai tukang ojek, antar jemput anak sekolah. Tukan onjek online? Bukan. Ojek biasa saja, ojek pesanan. Dulu sempat juga mendaftar sebagai driver ojek online, eh gagal. Motor roda dua saya tidak memenuhi syarat saat pengecekan fisik. Saat itu, sewaktu ada pengecekan fisik, eh lampu depan mati. Saat berangkat mendaftar seh, lampu depan hidup. Entah mengapa, setibanya di tempat tujuan, kok tiba-tiba mati. 

Tapi tidak mengapa ya, mungkin belum saatnya saya menjadi ojek online. Sementara menjadi ojek pesanan saja, kadang-kadang juga mangkal dekat rumah. Untuk saat itu, untuk mendaftar sebagai driver ojek online, tidaklah semudah saat ini ya. Benar-benar ketat, driver dituntut harus berpakain rapi, pakai sepatu, tidak boleh pakai sandal. Sekarang kayaknya sedikit longgar.

Masjid Soeprapto-Soeprapti

Masjid Soeprapto-Soeprapti

Nah saat tiba-tiba jemput anak sekolah ini, sudah memasuki waktu salat. Biasanya salat luhur, kadang juga ashar. Tergantung jam berapa anak pulang sekolahnya. Kadang murid ada ekstra kurikuler yang memakan waktu lebih lama, sehingga pulang sekolahnya bisa jam empat sore. Sambil menunggu anak jemputan pulang sekolah, saya pergunakan untuk salat sebentar. Pokoknya saya berusaha semaksimal mungkin, jangan sampai melupakan atau tertinggal salatnya. Saya kan, keasikan kerja, sampai lupa akan kewajiban ibadanya. Duh iley, yang sok alim!

Masjid Soeprapto-Soeprapti

Masjid Soeprapto-Soeprapti

Nah kali ini saya ada sebuah pekerjaan, jemput anak sekolah di sebuah sekolah swasata yaitu, Sekolah Kasih Ananda 2 yang beralamatkan di jalan pegangsaan dua, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Indonesia. Jalan Pegangsaan dua yang mengarah ke Semper-Jalan Raya Bekasi Pulogadung. Sebuah sekolah swasta favorit, ada sekolah SD, SMP dan SMK-nya. Maka jangan heran, saat budal jam sekolah, lumayan banyak murid yang keluar.

Saya menyempatkan untuk mampir salat di Masjid Soeprapto-Soeprapti yang berada di area atau masih satu kawasan dengan Sekolah Kasih Ananda 2 Pegangsaan Dua. Awalnya saya kira, nama masjid ini adalah nama seorang pahlawan. Eh ternyata, nama pemilik atau pendiri yayasan dari Sekolah Kasih Ananda itu sendiri. Masjidnya bersih dan nyaman untuk dipergunakan ibadah salat.

Berita Terkait

8 komentar:

  1. semoga orang lain rajin membangun mesjid dengan namanya sendiri!

    BalasHapus
  2. kalau untuk emak2 ada singkatan macan ternak, mama cantik anter anak,kalau ini apaan dong

    BalasHapus
  3. Ojek pesana dengan pelanggan setia yang jelas waktu antar jemputnya. Beberapa kali aku lihat ojol yang pakai sandal. Mungkin mereka ga terbiasa pakai sepatu.

    Masjidnya bagus. Bakal bisa menampung banyak jamaah. Khusunya jamaah yang berasal dari sekolah tersebut.

    BalasHapus
  4. saya kalau kelapa gading taunya mall kelapa gading mas hehe

    BalasHapus
  5. Salat di Masjid lebih tenang dan adem apalagi kalau ada pendingin ruangannya. Kadang jadi betah lama2 beristirahat.

    Salat di rumah, apalagi ada anak kecil yang suka nonton atau main game, kadang mengganggu konsentrasi.
    .
    Mantap, pendiri Yayasan bisa buat masjid sendiri. Betapa bahagia hidupnya di dunia dan akhirat. Pahalanya mengalir terus walau sudah meninggal.

    BalasHapus
  6. Uniiiik nama mesjidnya 😍😍. JD kayak nama pasangan sehidup semati 😁.

    Mas foto pake hp aja udh baguuuuus hasilnya, aku yakin kalo nanti pake kamera beneran, bakal LBH bagus. Semoga ntr dimudahkan rezeki bisa pakai kamera yg mumpuni ya mas 👍

    BalasHapus
  7. Terlihat nyaman masjidnya, tp unik juga

    BalasHapus

 
Back To Top