Menghadiri Resepsi Pernikahan Karim dengan Putri, 12-12 Tanggal Cantik!

Resepsi Pernikahan Karim dengan Putri

Tanggal 12-12, kayaknya menjadi tanggal yang cantik. Toko online saja menggunakan kesempatan tersebut guna mendongkrak penjualannya. Maka tidak heran, iklannya bertubi-tubi, dengan slogan 12-12. Tahu kan maksudnya 12-12? Tanggal 12 Desember. Betul sekali. Nah, bagi pasangan yang ingin menikah pun menggunakan hari tersebut. Maka tidak heran, jika pada tanggal 12 bulan Desember banyak sekali hajatan resepsi pernikahan.  Tanggal yang tidak sekedar cantik, tapi tanggal yang mudah diingat.

Pada tanggal itu pula saya menghadiri resepsi pernikahan Karim dengan Putri. Resepsi yang diadakan dimusim pandemi, pastinya tidak seleluasa dihari-hari seperti biasanya. Harus patuh dengan protokol kesehatan. Tamu yang diundang tidak boleh terlalu banyak. Dan acaranya pun dibatasi sampai jam lima sore. Tapi tak apalah ya, yang penting acaranya penuh hikmat. Dan yang penting sah, menurut agama maupun negara.

Oh iya, saya itu masih jomblo. Jadi kalau menghadiri acara seperti inti, saya itu agak gimana gitu. Teman-teman pada bawa pasangan, alias gebetannya. Masak iya saya sendirian. Ketahuan jomblo abadinya. Bujang yang tidak pernah laku. Sebenarnya saya itu, ya tidak terlalu jelek-jelek amat. Tapi entah mengapa, cewek-cewek pada enggan menjadi tautan hati saya. Ah, mungkin faktor ekonomi yang belum mapan. Duh iley, kenapa saya jadi curhatan gini ya.

Tapi saya tetap bahagia dengan kesendirian ini. Menikmati rasa kebebasan tanpa sebuah ikatan janji cinta. Saya percaya, suatu saat akan ada wanita yang ingin bersandar di punggung saya. Dia akan melabuhkan hatinya sepenuhnya. Dia ingin menua dan rela berbagi piluh rasa dengan saya. Saya yakin itu, dan pasti akan datang. Tapi kapan? Mungkin Tuhan lagi mempersiapkannya. Preeet!!!!!

Resepsi Pernikahan Karim dengan Putri

Eits, jangan salah lo! Walau saya itu masih jomblo, sering jadi tempat curhatan teman-teman yang sudah berkeluarga.  Semisal teman laki saya yang bingung menghadapi istrinya yang cerewet. Dia minta solusi dan pendapatnya. Apa jawaban saya tentang istri yang cerewet? Sebenarnya bukan istri cerewet, tapi istri yang penuh dan banyak kalimat dikepalanya. Sehingga wajar, jika harus dituangkan lewat lisan atau omongan. Sebaba apa, jika kalimat-kalimat yang ada dikepala tersebut tidak dikeluarkan, akan mendatangkan penyakit. Kepala penuh, bisa strok jadinya. Atau bisa mendatangkan bisul dikepalanya.

Tu, kalau istri sakit yang rugi siapa? Kan suami juga kan? Jadi kalau istri lagi mengeluarkan kata-kata atau kalimat, sebagai seorang suami cukup mendengarkan saja. Tidak perlu ditanggapi atau dibantah. Atau dimarahi, cukup menjadi pendengar yang baik. Semakin dibantah, marahnya akan menjadi-jadi. Hal yang wajar, jika seorang istri ngomel sama suaminya. Coba jika istri ngomelnya sama tetangga? Apa tidak terjadi perang brotoyudo.

Percayalah, ngomelnya seorang istri itu hanya dibibir saja. Dihatinya sebenarnya juga ada penyesalan. Ada rasa bersalah, walau dia gengsi untuk minta maaf. Paling setelah dia marah, pura-pura bikinin teh atau kopi. Atau memasak kesukaan suami sebagai tanda berdamai. Atau malamnya dia minta mantap-mantap. Ah tidak usah saya perjelas, pastinya sudah pada paham semuanya.

Weleh-weleh, saya kok jadi kayak konsultasi atau spikiater keluarga saja ya. Sok tahu. Bukan begitu, ini sekedar berbagi cerita saja. Walau bujang, bukan berarti kalah pengalaman. Dah ah, ngomong saya jadi ngelantur, jadi menggurui. Semoga pernikahan Karim dan Putri menjadi keluarga yang harmonis, sehat dan murah rezekinya. Diberi keturunan yang soleh. Dan bagi pembaca yang masih bujang kayak saya, tak perlu iri hati. Semoga jodohnya segera mendekat dan semakin didekatkan. Rapat dan rapet.

Related Posts

7 komentar:

  1. semoga seseger mungkin abang yang dikunjungi sama blogger lain karena duduk di pelaminan

    BalasHapus
  2. Waahh mantap bang DJB semoga bisa nyusul ambil bunga pengantinnya bang biar bisa cepat dapat si Anu..😊😊😊😁😁

    BalasHapus
  3. Hace mucho que no paso a saludarte, pero estamos en fechas alegres, preparados para celebrar la Navidad y he pensado que era un buen momento para pasar por tu blog. Un abrazo

    BalasHapus
  4. Semoga cepat datang ya jodohnya. Eh btw itu yang difoto sama pengantin siapa?

    BalasHapus
  5. Muy interesante, te mando un beso

    BalasHapus
  6. Saya menyimak konten blog dan YouTube mas Djangkaru, sepertinya menjadinya resepsi pernikahan rekan atau saudara menjadi konten yang menarik. Cerdas idenya. Seperti artikel ini pernikahan tanggal cantik dan juga "bumbu" menjadi value dalam membuat konten atau artikel. Sukses selalu

    BalasHapus
  7. Kalo jodoh ga usah dipikirin mas :D. Itu hak nya Tuhan mau nentuin kapan, jd percuma kalo kita cari :D. Tapi semoga, jodohmu akan cepet dipertemukan yaaaa ;)

    Aku blm prnh nih DTG ke nikahan pas pandemi. Lah adekku aja nikah okt kemarin aku ga datang . Soalnya di Medan, dan aku msh serem kalo hrs naik pesawat :(. Sedih sih, tp mau gimana.. semoga aja tahun ini bisa mudik ke Medan

    Congrats juga utk nikahan temenmu :). Semoga langgeng sampe maut memisahkan

    BalasHapus

 
Back To Top