Bawang Bombay yang Sempat Hilang Peredaran Kini Muncul Lagi, Mirip Hantu Saja!

Bawang Bombay

Saya itu memang sudah terbiasa mainnya di Pasar Tradisional. Melihat aktivitas para pedagang itu tampak menyenangkan. Melihat semangat mereka dalam berusaha maupun dalam bekerja sungguh luar biasa. Walau malam hari, tetap saja mereka itu gesit dalam melayani pembeli. Rasa ngantuk dan lelah terbuangkan. Demi mencari nafkah yang halal.

Kali ini yang manarik perhatian saya adalah bawang bombay. Bawang asal negeri India. Bawang yang bentuknya bulat dan gede-gede, ukurannya hampir sama dengan jeruk manis. Saya heran sebenarnya dengan bentuk atau ukuran bawang ini, kok bisa segede itu. Mirip dengan body artis India yang super bahenol dan seksi. Ah bawang bombay!

Beberapa minggu, Bawang Bombay sempat hilang dari peredaran. Semenjak kasus virus Corona menghebohkan negeri Bollywood. Hampir susah ditemuai, seandainya ada, itu pun harganya selangit. Satu kilo bisa mencapai harga seratus rupiah lebih. Wah wah, kok bisa begitu ya. Apakah bawang ini hanya bisa tumbuh di negeri sana? Apakah bawang ini adanya hanya impor saja? Saya sendiri kurang begitu mengerti. Seandainya iya, berarti bawang ini termasuk komuditas elit ya?

Bawang Bombay

Setelah sempat hilang dari peredaran, kini bawang bombay sudah ada lagi. Dan harganya juga turun, sudah berkisar enam puluh ribu rupiah perkilogramnya. Harga yang masih mahal jika dibandingkan dengan sebelumnya. Harga normalnya satu kilogramnya berkisar 30ribuan. Maka tidak heran, jika masih sepi pembeli. Harga belum terjangkau. Tidak heran jika penjual bawang Bombay banyak yang mengeluh. Barangnya kurang laku.

Manfaat dari Bawang Bombay apa aja seh? Saya sendiri kurang begitu tahu. Sebab saya kalau makan Bawang Bombay saat makan roti hamburger saja. Selain itu tidak. Masakan khas Indonesia, kayaknya juga jarang sekali menggunakan bawang ini. Cukup bawang putih dan bawah merah saja.

Menurut situs-situs kesehatan yang saya baca, manfaat Bawang Bombay tidak jauh beda dengan manfaat bawang putih. Semisal, menyehatkan jantung, sumber antioksidan, menurunkan resiko kanker, dan menurunkan kadar gula darah. Apakah pembaca suka makan Bawang Bombay?

Related Posts

9 komentar:

  1. Haha sini panggil barang Holland.
    Guna juga untuk masakan.

    BalasHapus
  2. Thanks for your informative article 😊

    BalasHapus
  3. Harganya naik, sedangkan pendapatan masyarakat seret, ya nggak banyak yang beli lah Mas.

    BalasHapus
  4. Eh, muncul lagi nih bocah? YESSSSS :D.

    BalasHapus
  5. Bawang bombai di tempat saya ga hilang sih, tapi harganya naik parah.. sekarang masih mahal tapi ga setinggi sebelumnya

    BalasHapus
  6. Baru aja kemarin aku ketemu sama bawang Bombay ini di toko grosir buah dekat rumah. Harganya sekarang 50ribu per kilo di sana. Tapi aku gak beli, cuma lihat aja. Kalaupun mau beli juga gak sampai kiloan, cuma sebiji doang buat bikin saus asam manis. 🤭

    BalasHapus
  7. I eat onion very often, but not Bombay Onion of course.
    In Poland onion is very cheap :)
    Greetings from Poland

    BalasHapus
  8. mahal dan langka bangt nih bawang bombay haha

    BalasHapus
  9. Aku suka bawang bombay aplagi kalau dibuat union ring. Itu bawang bombay yang dipotong bundar terus dicelupin adonan tepung terus di goreng rasanya enak ternyata ada manisnya kalau divoreng.

    BalasHapus

 
Back To Top