Langkah penanganan ini dilakukan untuk mengatasi persoalan genangan air tahunan yang kerap melanda kawasan tersebut setiap kali musim hujan tiba. Kontur jalan Pegangsaan Dua yang memiliki perbedaan ketinggian permukaan menjadi salah satu pemicu utama cepat tergenangnya air hujan di titik-titik tertentu.
Kondisi jalan yang cenderung lebih rendah tersebut sering kali menciptakan genangan air yang cukup dalam dan membahayakan para pengguna jalan. Akibatnya, banyak pengendara roda dua yang nekat menerobos banjir berakhir terendam hingga mengalami mogok mesin di tengah jalan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, papan imbauan dan informasi resmi dari pihak pelaksana telah dipasang untuk memberi tahu masyarakat. Banner tersebut menegaskan adanya kegiatan "Proyek Penanggulangan Banjir (Instal Box Culvert) di Sepanjang Jl. Raya Pegangsaan Dua" yang terintegtasi dengan pembangunan sistem tata air Pompa Pegangsaan Dua dan Pompa Warung Jengkol.
Di area sekitar pengerjaan, tampak jajaran box culver beton berukuran besar telah disiagakan di tepi jalan dan siap diaplikasikan ke dalam saluran. Pembatas jalan (water barrier) berwarna kuning dan orange juga dipasang mengelilingi titik galian demi menjaga keamanan serta keselamatan lalu lintas para pengendara yang melintas.
Pemerintah dan pihak kontraktor mengharapkan proyek drainase ini dapat menjadi solusi permanen dalam mengatasi masalah banjir yang selama ini mengganggu mobilitas warga Kelapa Gading. Para pengguna jalan pun diimbau untuk tetap bersabar, meningkatkan kewaspadaan, dan mengantisipasi potensi kemacetan di sekitar lokasi pengerjaan selama proses konstruksi berlangsung.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar