Dipusatkan di Jalan Terentang Elok, RT 006/RW 009, Kelurahan Penggilingan, pesta Rakyat ini berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga 22.00 WIB. Acara diawali dengan kemeriahan arak-arakan Ondel-Ondel Betawi yang berkeliling kampung membawa keceriaan bagi seluruh warga.
Kedatangan jajaran tamu kehormatan disambut hangat melalui tradisi Palang Pintu. Aksinya yang diwarnai adu pantun dan seni silat Betawi menjadi simbol penghormatan sekaligus bentuk keterbukaan warga setempat terhadap para tamu undangan.
Hadir mewakili Wali Kota Jakarta Timur, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Asminra) Sekko Jakarta Timur, Drs. H. Ahmad Salahudin, M.Si., didampingi jajaran aparatur kewilayahan seperti Camat Cakung, Lurah Penggilingan, hingga Pengurus RW 009. Tak ketinggalan, seniman Betawi sekaligus aktor sinetron Tukang Ojek Pengkolan (TOP), Haji Sodik (pemeran Mat Licin), turut hadir menyemarakan panggung.
Dalam sambutannya, Drs. H. Achmad Salahudin, M.Si. membacakan amanat tertulis dari Wali Kota Jakarta Timur. Beliau menyampaikan bahwa Festival Hajatan Betawi Cakung bukan sekadar perayaan belaka, melainkan bentuk kecintaan terhadap budaya dan tradisi Betawi yang menjadi bagian penting dari identitas Cakung.
Lebih lanjut, Wali Kota Jakarta Timur melalui utusannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, tokoh masyarakat, seniman, budayawan, dan warga Cakung yang berpartisipasi aktif. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya daerah sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Selain pementasan seni dan pelestarian budaya, ajang ini juga sarat dengan aksi kepedulian sosial. Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan 8 tahun organisasi kebudayaan Sanggar Cinta Budaya Betawi Se-Jabodetabek (CBBS), panitia menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim piatu di lingkungan setempat.
Sektor ekonomi warga pun turut berdenyut kencang melalui hadirnya puluhan lapak UMKM kuliner khas Betawi serta kerajinan lokal yang merasa sangat terbantu. Hingga malam hari, panggung hiburan rakyat dan pementasan seni terus bergulir, menutup acara dengan penuh kehangatan serta rasa kebersamaan.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar