🤝DONASI

Kemeriahan Festival Adu Bedug dan Dondang Mustikajaya: Ribuan Warga Dipukau Uniknya Ondel-Ondel Betawi di Setiap Booth Kelurahan

Festival Adu Bedug dan Dondang Mustikajaya

BEKASI - Gemuruh suara tabuhan bedug dan warna-warni kebudayaan Betawi menyelimuti Stadion Mini H. Natrom Nursyamsu, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Selama dua hari berturut-turut, tepatnya pada tanggal 18 dan 19 April 2026, stadion tersebut menjadi saksi bisu atas sukses dan megahnya gelaran Festival Adu Bedug dan Dondang yang ke-19. Festival tahunan yang sarat akan nilai sejarah dan tradisi ini berhasil menyedot perhatian ribuan pasang mata, baik dari warga lokal maupun para pelancong luar daerah yang sengaja datang untuk menyaksikan pesta rakyat tersebut. 

Acara yang dinanti-nanti oleh segenap masyarakat ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dalam sebuah seremoni yang berlangsung sangat meriah. Kehadiran orang nomor satu di Kota Bekasi ini menambah potret antusiasme dari jajaran aparatur pemerintahan dan warga yang memadati area stadion sejak pagi hari. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang konsisten menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus oleh derasnya arus modernisasi zaman.

Ada pemandangan yang sangat istimewa dan berbeda pada perhelatan festival kebudayaan tahun ini, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Setiap stand booth kelurahan yang ada di tingkat Kecamatan Mustikajaya disulap menjadi replika rumah hias adat Betawi yang sangat autentik dan menawan. Kehadiran rumah-rumah adat berarsitektur khas tersebut berhasil membangkitkan nuansa kampung Betawi tempo dulu di tengah-tengah area Stadion Mini H. Natrom Nursyamsu. 

Festival Adu Bedug dan Dondang Mustikajaya

Festival Adu Bedug dan Dondang Mustikajaya

Festival Adu Bedug dan Dondang Mustikajaya

Daya tarik utama yang paling mencuri perhatian pengunjung adalah pajangan sepanjang Ondel-Ondel Betawi yang unik dan menarik di setiap halaman depan rumah hias tersebut. Pihak panitia mewajibkan setiap wilayah menampilkan ikon kebudayaan ini sebagai bentuk penegasan identitas budaya lokal. Alhasil, boneka raksasa khas Betawi dengan beragam pakaian adat yang mencolok dan hiasan kepala kembang kelapa menjadi pemandangan yang sangat ikonik sepanjang festival. 

Kelurahan Mustikasari tampil begitu memukau dengan demokrasi rumah hias adatnya yang dipercantik oleh Kehadiran Ondel-Ondel kreatif hasil warga setempat. Tidak mau kalah, Kelurahan Mustikajaya selaku tuan rumah juga menampilkan replika rumah Betawi yang megah, lengkap dengan pajangan Ondel-Ondel berwajah ramah. Kedua kelurahan ini sukses menarik perhatian masyarakat yang ingin melihat lebih dekat ornamen-ornamen tradisional yang ditampilkan. 


Festival Adu Bedug dan Dondang Mustikajaya

Festival Adu Bedug dan Dondang Mustikajaya

Festival Adu Bedug dan Dondang Mustikajaya

Festival Adu Bedug dan Dondang Mustikajaya

Suasana lemeriahan budaya tersebut juga terpancar kuat area pameran milik Kelurahan Cimuning dan Kelurahan Padurenan.  Stand booth rumah hias adat Betawi dari Kelurahan Cimuning tampak begitu hidup dengan detail arsitektur yang rapi, ditambah dengan berdirinya Ondel-Ondel yang tampak gagah menyapa pengunjung. Sementara itu, Kelurahan Padurenan (Ditetapkan sebagai juara I), menyuguhkan konsep rumah hias yang tidak kalah estetik, di mana sepasang Ondel-Ondel cantik (Sanggar Wara-Wiri) di depannya menjadi spot berswafoto paling favorit bagi masyarakat yang hadir.

Kemeriahan pesta rakyat ini semakin lengkap dengan diperkenalkannya maskot resmi Festival Adu Bedug dan Dondang Mustikajaya tahun 2026, yaitu Mpok Endang dan Bang Bedu. Kehadiran sepasang maskot ini tidak hanya menjadi simbol kehangatan dan keramahtamahan masyarakat Mustikajaya, tetapi juga mencerminkan sinergi yang harmonis antarwarga. Karakter Mpok Endang dan Bang Bedu terlihat aktif berinteraksi dengan para pengunjung di sekitar area pameran kelurahan selama acara berlangsung. 

Ketika festival ini resmi ditutup pada tanggal 19 April 2026, rasa puas dan bangga terpancar dari seluruh masyarakat yang memadati area stadion. Melalui kompetisi adu tabuh bedug yang menggelegar, arak-arakan dongdong yang penuh makna, serta keindahan rumah hias berornamen Ondel-Ondel dari empat kelurahan, festival ke-19 ini sukses membuktikan eksistensinya. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa kecintaan terhadap budaya lokal tetap tertanam kuat di hati sanubari lintas generasi Kota Bekasi. 

Berita Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memuat berita...
BUDAYA
Memuat berita...
 
Back To Top