Kasus Zikria Djatil Penghina Bu Risma, Layak Menjadi Perhatian Para Suami


Dengan adanya media sosial, orang akan semakin mudah menyampaikan uneg-uneg atau pendapatnya. Teknologi memudahkan orang berekspresi dan berkreasi, entah itu lewat tulisan, gambar maupun video. Sungguh luar biasa dampak media sosial. Hampir semua orang dibikin kecanduan. Sehari tanpa membuat status, rasanya ada yang kurang dalam kesehariannya. Itulah budaya saat ini.

Tidak hanya orang awam saja. Para petinggi juga tergiur dengan pesonanya media sosial. Mereka sangat aktif sekali dalam bermedia sosial. Berita yang ada di media sosial, para petinggi mudah sekali memberikan respon. Ah kayaknya mereka tertekan dengan yang bersliweran di dunia maya. Mereka dibuatnya sibuk.

Masalah media sasial menjadi problem. Kalau tidak cermat dalam bermedsos, bisa menjadi bomerang tersendiri. Antara ruang pribadi dan umum di media sosial itu sangatlah tipis banget. Sekali meninggalkan jejak di dunia maya, sulit rasanya untuk menghapus. Karena status jejak itu akan terus berantai. Bahkan bisa dikatakan akan abadi disana.

Yang masih hangat berita yang lagi viral adalah tentang kasus Zikria Djatil yang diduga menghina Wali Kota Surabaya, ibu Risma. Status di media sosialnya begitu berani. Mungkin dia tidak mengira, jika akan menjadi berita heboh. Dan akan berujung ke meja hijau.

Kaum hawa, memang sulit untuk mengendalikan perasaannya. Inginnya itu ceplas-ceplos. Langsung mengungkapkan apa yang ada di kepalanya. Khususnya kaum emak-emak, jika tidak senang dengan suatu hal, langsung deh buat status. Bisa jadi statusnya termakan berita yang sedikit provokatif. 

Saya sendiri yang sudah lama malang-melintang di media sosial. Kadang sedikit kesulitan untuk membedakan antara berita yang benar, hoaks atau yang benar tapi isinnya provokatif. Intinya, yang penting jangan mudah sensi dan kepanasan. Hati dan kepala tetap dingin dalam membaca berita. Tidak mudah tersulut. Dan tidak perlu terlalu mendewakan junjungannya atau terlalu benci dengan orang yang berseberangan pemikiran. Beda pedapat itu hal yang wajar, tak perlu bermusuhan.

Apa yang bisa dipetik dari kasus atau peristiwa Zikria Djatil? Para suami harus ikut andil mengawasi status media sosial istrinya. Jika sekiranya status membahayakan dirinya, segera diminta dihapus. Kalau sudah sampai ke ranah kepolisian kan repot semuanya. Keluarga jadi ikut kena dampaknya, khususnya anaknya juga ikut menderita. Kecuali jika memang profesinya sebagai buzzer atau influencer, berarti sudah siap dengan resiko.

Related Posts

11 komentar:

  1. Makanya selalu hati-hati dalam bermedsos,,, sebenaci apapun kita terhadap seseorang, janganlah diluapkan di muka umum jika tidak ada alasan mendasar atau bukti-bukti yang akurat...

    BalasHapus
  2. Inilah arti dari jarimu harimaumu. Jejak digital itu kejam memang.

    BalasHapus
  3. Lagi2 jawabannya cuma "bijaklah bermedsos" mau ngomong banyak juga takut salah.. hehehe

    BalasHapus
  4. Terus gimana kelanjutan sidangnya kang? Udah selesai belum?

    BalasHapus
  5. Betul, mas. Suami punya peran penting dalam urusan media sosialnya istri. Dengan begitu, paling tidak ada yang kontrol, agar tidak kebablasan..

    BalasHapus
  6. Kalo istrinya satu mudha ngontrolnya kali 4 bisa bingung. Bisanya paling buat mantengin medosos istri

    BalasHapus
  7. Menanggapi kasus ini menurut saya terkadang pengguna medsos baik ibu2 kek bapak2 kek...Kalau hobi berpolitik nggak usah berlebihan dan menghujat2 publik figur.

    Toh kalau kita yang jadi publik figur juga belum tentu becus.😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah lho, kayak tetangga sebelah itu ya kang satria, yang suka hobi kritik kalo apa-apa naik..😱

      Hapus
  8. Mesti kudu hati hati inti nya dalam menggunakan medsos ya mas

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah istri ga doyan medsos. Paling cuma 3 kali dalam 6 bulan apdet status. Paling sering cuma kepoin artis sama selebgram. Yg mesti hati-hati justru lakinye. Ngarep dapat duit jadi influence, mau ga mau harus bikin status yang bikin "boom" supaya dapat like, share, dan komen.

    BalasHapus
  10. Saya tidak tahu soal kasus itu, pernah lihat sepintas di berita televisi tetapi tidak menyimak. Mungkin karena sibuk jadi admin dan pendiri follow loop Instagram membuat saya kurang peduli pada gosip maupun hal terbaru di media sosial, hi hi.
    Inilah saya, admin media sosial yang bahkan jaeang naget perbarui status di Instagram, hi hi. Nyetatus di Fesbuk saja sekadar bagikan kenangan lama. Sering lupa bagikan tauran pos blog di Facebook dan grupnya.

    BalasHapus

 
Back To Top