Amarah yang tidak Jelas Arahnya

Amarah yang tidak Jelas Arahnya

Usiaku saat ini baru menginjak 25 tahun. Mungkin masih terlalu dini untuk mengenal rimbanya kehidupan. Belum punya pengalaman dalam menelusuri luasnya dunia. Pengertian akan makna interaksi sosial masih sebatas sejengkal. Getirnya asam garam belum pernah aku rasakan. Kehidupan yang aku kenal hanya ada dua, tertawa dan menangis. Walau aku sendiri tidak tahu apa yang ditertawakan dan  apa yang harus ditangisi. Irama dua hal itu silih berganti. Kejenuhanlah yang aku alami saat ini.

Rusuh dalam hatiku. Gemuruh dalam kepalaku. Mendidih dan panas darah yang mengalir dalam rongga tubuh. Saraf-saraf menegang. Tulang-tulang seakan ingin lepas dari rangka ragaku. Persendian ngilu. Permasalahan dan himpitan persoalan ibarat laron yang bergerumbul dalam otakku. Berputar dan berputar terus. Entah kapan pergi dan beranjaknya. Stres aku dilanda.

Amarah yang tidak jelas arahnya. Dendam entah kepasa siapa. Aku tidaklah mengerti. Akankah masa lalu yang pernah aku lewati harus kusesali dan kuratapi? Kenapa kekecewaan itu begitu besarnya. Seandainya waktu bisa terulang kembali, akan aku tebus dan aku benahi. Tapi kenyataannya hidup ini harus maju dan terus maju. Berhenti sejenak saja, harus siap tergilas. Terhempas dan tertinggal. Ah, aku tidak berdaya. Lemas dalam kepasrahan. Menunggu maut menjemputku. Aku kalah sebelum berperang.

Related Posts

27 komentar

dari yang saya baca pada artikel ini .. kita harus bisa untuk menahan amarah meskipun arahnya yang tidak jelas.

Hidup jauh lebih indah dan dijalani dengan tanpa adanya amarah dan dendam,mas ....

Kalau ada yang nyalahin kita, dianggap saja itu sebagai perbuatan mengurangi dosa yang pernah kita perbuat.

Nanti bisa jerawatan dong :)

Ahh yg bener masa baru 25.. boros di tampang nih :-)

Mungkin karena berjenggot jadi tampak boros wajah.

nah.. saya juga gtu bang mikirnya, masak iya 25. saya kira udah 26

cobalah ikut karate atau tinju, biar kringet lebih lancar keluar haha

apa lagi saya ..sangat setuju

Perlu berdamai dengan diri sendiri sepertinya :)

wah lihat itu gambarnya kepalan tangan ...saya jadi degdedan ...

gimana jika kepalan tangan itu lari mengarah ke pantat saya...gimna Coba?

Serahkan ke Tuhan mas. Pasti akan jadi lebih plong deh. :)

Amarah bisa berakibat buruk, mas. Misalnya ketika aku lagi marah sama anak, jadi ikut kebawa sehari-hari. Kalau aku mending berusaha meredakannya dulu biar pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan jadi tenang dan fokus.

Kalau lagi kena marah, makan yang banyak. Dijamin terus tidur pulas deh.

cius masih 25???
wah aku udah tua banget berarti -_-

Selama kita hidup kita harus berperang dan berjuang, karena semakin kita beranjak dewasa challage level nya akan berbeda pula :D so keep fighting dan jangan kalah apalagi sebelum berperang \^0^/

Masih banyak di depan sana yang harus kita hadapi seiring bertambahnya usia. Tanggung jawab makin berat, tapi jika kita jalani dengan semangat tentu semua akan baik-baik saja.
Yang terpenting selalu berpegang pada " Tuhan enggak akan mencoba hamba di luar batas kemampuannya". Jadi kalau kita dicoba berarti kita dianggak kuat dan bisa..
Yuk semangat Mas..marahnya dialihkan ke ngeblog saja yaa:)

Amarah yang tak jelas arahnya.
Wah, kalau hal itu sudah terjadi, bisa2 setiap orang yang mendekat akan kena tonjok nih .

:( nggak tau kenapa kok aku sedih bacanya ya.. Aku pun masih sering marah2 nggak jelas, yg pasti hidup itu ke depan, yg sudah ya sudah :( sebagai pembelajar :(

Ya sudahlah ditinggal minum kopi saja :)

Semangat lagi jadinya

Menulis biar hilang stressnya

Bisa kena amuk :D

Orang yang perkasa itu orang yang mampu menahan amarahnya
tp aku kan cewek bolehlah marah-marah

pecahkan saja gelasnya biar ramai,biar mengaduh sampai gaduh..

kepada amarah yg datang karna angan yang tak sempat terkabul. duh.. rasanya ingin marah saja!

saya kok fokus di 25 ya pas baca ini, bang bumi ternyata lebih muda dari saya, serius nih? hihi

Cara meredam amarah, ya salurkan aja emosinya. Tapi gimana caranya ? Buat aku yang terbaik ya dibicarakan sumber kemarahannya

Sama dengan komen mbak Nia, bener mas Djangkaru baru 25 tahun ? Usia segitu aku belum bisa nulis kayak gini ... Hahaha

masa 25 tahun om??? kirain 17 thn.. hihihi

Terimakasih atas kunjungannya
Jangan lupa untuk memberikan komentar

 
Back To Top