Sejak siang hari, ribuan masyarakat dari berbagai wilayah tampak memadati Lapangan Banteng demi menyaksikan detik-detik berdirinya mahakarya tersebut. Antusiasme pengunjung begitu tinggi karena acara ini menjadi puncak perayaan dua dekade eksistensi produk legendaris Bika Ambon Rica-Rico.
Berdasarkan konsep teknis di lapangan, replika Monas tersebut dikerjakan dengan menggunakan struktur karangka penopang. Dus-dus kemasan Bika Ambon Rica-Rico disusun secara rapi dan ditempelkan berlapis-lapis pada kerangka bangunan tersebut untuk membentuk fisik Monas yang megah.
Sesuai susunan acara, proses penyusunan dan penempelan dus Bika Ambon Rica-Rico pada kerangka raksasa itu mulai dikebut menjelang pukul 16.00 sore. Para pengunjung berbondong-bondong mendekati area panggung utama untuk melihat bagaimana ribuan kemasan kue khas Medan tersebut menghiasi struktur bangunan ikonik ibu kota.
Namun, situasi mendadak berubah tegang ketika jarum menunjukkan pukul 17.00 sore. Proses penempelan dus pada kerangka replika tersebut tidak kunjung selesai sepenuhnya, sementara waktu yang disediakan oleh panitia terus berjalan.
Di tengah sorotan publik yang membludak, panitia akhirnya terpaksa menyerah dan menghentikan proses pengerjaan. Keputusan darurat ini diambil menyusul derasnya desakan serta teriakan dari lautan massa yang sudah lama antre agar dus-dus Bika Ambon Rica-Rico tersebut langsung saja dibagikan.
Mendengar keputusan pembagian langsung tersebut, suasana di lokasi seketika bergemuruh. Sebanyak 2.000 dus Bika Ambon Rica-Rico dibagikan, antrean berdesak-desakan karena ingin berebut untuk mendapatkan giliran, bahkan situasi semakin tak terkendali hingga ada anak kecil yang terhimpit di tengah kerumunan.
Lonjakan peserta yang luar biasa, bahkan banyak yang datang jauh-jauh dari luar daerah Jakarta, membuat sebagian pengantre harus gigit jari karena tidak kebagian. Pihak MURI turut menyayangkan batalnya replika Monas tersebut karena situasi yang tidak terkendali dan waktu yang semakin malam, membuat perayaan hari jadi ke-20 ini melenceng dari jadwal semula.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar